menu
user
URnews

Nyaris Diculik Driver, Ini Kisah Perempuan yang Selamat Berkat Tombol Emergency Grab

Nivita Saldyni,
sekitar 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Nyaris Diculik Driver, Ini Kisah Perempuan yang Selamat Berkat Tombol Emergency Grab
Image: Ilustrasi/The Star

Jakarta - Kisah seorang perempuan di Jakarta yang selamat dari penculikan oleh driver Grab Car berkat tombol emergency di Grab viral di media sosial.

Lewat Instastorynya, perempuan berinisial T itu menceritakan bahwa semua berawal ketika ia memesan taksi online dari kosnya yang berada di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020) siang.

Saat itu, ia memesan untuk dua tujuan. Pertama ke kantornya yang ada di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan titik kedua berada di ICE BSD, Serpong.

"Dari awal udah gak enak feeling karena jarak dia ke tempat gue deket tapi pas udah 5 menitan dia gak gerak-gerak di map," kata T lewat Instastorynya.

Baca Juga: Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, Grab dan Hyundai Luncurkan GrabCar Elektrik

Tapi di sana ia masih berpikiran positif dan beranggapan bahwa mungkin sinyalnya yang bermasalah.

Taksi yang dipesannya pun baru sampai 15 menit kemudian. Kondisi pun masih seperti biasa, sopir taksi online tersebut menyapanya dan menanyakan tujuannya.

Namun keanehan kembali terjadi ketika jalan yang diambil sopir tak sesuai dengan arah tujuannya.

"Kalau dari kosan ke arah kantor gue tuh harusnya putar balik, dia malah lurus dengan alasan mapnya ngarahin ke situ," katanya.

Tak berselang lama, tiba-tiba ia mendengar suara aneh yang berasal dari handy talky (HT) atau handphone, yang ia tak tau pasti.

"Dia terima tuh sambil bisik-bisik 'poin satu masuk... masuk satu'," imbuhnya.

Kecurigaan pun semakin bertambah ketika perjalanan makin menjauh dari tempat tujuan.

Ketika T mengingatkan sopir tentang tujuannya sesuai aplikasi, sopir malah lagi-lagi menjawab bahwa rute yang dipilihnya sudah sesuai map.

Anehnya lagi, selama perjalanan sang sopir selalu curi pandang dan melirik ke arahnya lewat kaca spion.

Ia pun makin panik saat sadar dirinya dibawa masuk ke Tol Kebon Jeruk.

"Pak saya gak mau ke arah Merak atau Tangerang, saya mau ke selatan! Putar balik pak, ini udah salah jalan, ini gak seharusnya masuk tol!" kata T sedikit berteriak.

Dari situ, perdebatan dengan sopir pun terjadi. Ia makin panik dan memutuskan untuk share lokasi ke pacarnya.

Di tengah kepanikannya, ia ingat ada tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center. Langsunglah dia tekan tombol itu sambil berharap bantuan segera datang.

"Gue jelasin keadaan gue dari awal, tuh orang melototin gue sambil tancap gas terus sambil teriak bilang ini dia bawa sesuai map," katanya.

Berkat laporan itu, pihak call center mengatakan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya.

Mendengar percakapan itu, sopir taksinya makin panik dan tiba-tiba menurunkannya di pinggir tol.

Sambil menangis, ia menyusuri jalanan dan mencari pintu keluar.

"Emergency center gak matiin telfonnya sampe gue ada di tempat aman. Gak lama setelah itu pun mereka sigap langsung nawarin armada lain untuk jemput dan satgasnya udah mau nemenin gue buat bikin laporan polisi," bebernya.

Kisah itu pun dibagikan oleh akun Twitter @mllerasya dan mendapat 800 lebih retweet.

Baca Juga: Dukung Transportasi Listrik, Grab Luncurkan 'GrabCar Elektrik' di Tahun 2020

Meski tak rugi materi, lewat kisahnya itu T mengaku masih trauma dengan kejadian yang menimpanya itu.

Sementara, dari laporan T, pihak Grab menyatakan telah menonaktifkan akun driver itu. Mereka juga memastikan akan melakukan penyelidikan mendalam dari kasus ini.

"Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," kata Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian.

Dari kisah T ini, semoga Urbanreaders bisa lebih berhati-hati dan waspada saat akan menggunakan transportasi online maupun konvensional, apalagi kalau sendirian.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait