beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

PBNU Kawal Sidang JE, Jusuf Hamka Bakal Hadiri Persidangan

Nivita Saldyni,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
PBNU Kawal Sidang JE, Jusuf Hamka Bakal Hadiri Persidangan
Image: Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi. (NU Online)

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal mengawal kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual dengan terdakwa pendiri sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Julianto Ekoputra (JE).

Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi menegaskan, pihaknya akan datang dan memantau langsung jalannya sidang putusan yang bakal digelar Rabu (20/7/2022).

"Tanggal 20 akan ada sidang penuntutan, rencana kami akan turun melihat jalannya sidang. Pak Jusuf Hamka, salah satu ketua PBNU, rencananya akan hadir secara pribadi mengikuti persidangan di PN Malang," ungkap pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu seperti dikutip dari keterangannya, Selasa (19/7/2022).

"Saya jika tidak berhalangan rencananya akan datang menemani Pak Jusuf Hamka karena kami sama-sama memiliki kepedulian terhadap kasus kejahatan ini. Namun sayangnya saya ada agenda di Jakarta," sambungnya.

Meski berhalangan hadir, Gus Fahrur berharap jaksa bisa memberikan tuntutan maksimal. Sebab menurutnya pelaku untuk kasus pelecehan dan kekerasan seksual harus dihukum berat.

"Kami berharap kepada jaksa agar memberikan tuntunan yang maksimal, siapa pun pelakunya. Kasus pelecehan seksual, pemerkosaan dan sejenisnya harus dihukum berat," tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini telah terungkap ke publik sejak 2021. Kemudian kasus ini kembali jadi sorotan usai dua orang yang menyatakan diri sebagai korban JE curhat di podcast Deddy Corbuzier pada Rabu (6/7/2022).

Sementara JE sendiri bakal hadapi tuntutan pengadilan atas kasus tersebut pada Rabu (20/7/2022). Namun sebelum itu ia sudah ditahan lebih dulu sejak Senin (11/7/2022). Ia ditahan selama 30 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas l Lowokwaru Malang, sembari menunggu proses persidangan. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait