menu
user
URsport

Pebulutangkis Turki Sepesawat dengan Tim Indonesia, Tapi Nggak Dicoret

Rezki Maulana,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pebulutangkis Turki Sepesawat dengan Tim Indonesia, Tapi Nggak Dicoret
Image: Pebulutangkis Turki Neslihan Yigits sepesawat dengan Indonesia, tapi masih bisa main. (Instagram @bwfmedia)

Birmingham - Tim Indonesia dicoret dari All England 2021 karena sempat sepesawat dengan suspect COVID-19. Tapi, ada pebulutangkis Turki yang juga sepesawat tapi tetap bermain. Loh, kok bisa?

Pemain Indonesia sejatinya sudah tiba di Inggris sejak akhir pekan lalu dan kemudian menjalani protokol kesehatan (prokes), termasuk swab test berkala sebelum bermain. Hasilnya pun negatif sehingga seluruh wakil Indonesia sudah bisa turun sedari babak awal.

Ada enam wakil Indonesia yang bertanding di hari pertama, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Lalu, di hari yang sama seharusnya masih ada tiga wakil Indonesia yang bertanding lagi yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Godwin Olofua/Anuoluwapo Juwon Opeyori, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Dhruv Kapila/Jakkampudi Meghana, dan Anthony Sinisuka Ginting vs Thomas Rouxel.

Sayangnya, tiga wakil Indonesia itu Fajar/Rian, Praveen/Melatih, dan Anthony gagal bertanding karena dinyatakan kalah WO. Tak cuma ketiga pemain itu, hampir seluruh pemain Indonesia diharuskan mundur karena virus corona.

Ini dikarenakan tim Indonesia berada sepesawat dengan penumpang yang dinyatakan positif COVID-19. Alhasil mereka harus menjalani isolasi 10 hari dan mau tak mau tidak bisa melanjutkan turnamen.

Protes keras pun langsung diutarakan para pemain Indonesia. Apalagi salah satu peserta All England dari Turki, pebulutangkis wanita Neslihan Yigits masih bisa ikut turnamen.

Yigits akan ikut babak kedua menghadapi unggulan ketiga Akane Yamaguchi, setelah menyingkirkan Marie Batomene dengan skor 13-21, 21-19, 21-17.

Kepastian Yigit ada di pesawat yang sama dengan Indonesia, Turkish Airlines, sudah disampaikan PBSI kepada BWF namun belum ada tanggapan sampai berita ini diturunkan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait