menu
user
URstyle

Positif COVID-19 saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Eronika Dwi,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Positif COVID-19 saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?
Image: Ilustrasi Wanita Hamil. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Jakarta - Artis Dinda Hauw dan sang suami, Rey Mbayang mengumumkan keduanya positif terpapar COVID-19.

Hal itu disampaikan Rey melalui laman Instagram milikinya pada Senin (22/3/2021) siang tadi.

"Aku, Dinda positif Covid-19. Setelah ngelewatin beberapa kondisi dimana kita berdua tetap negatif walaupun beberapa kali 1 rombongan sama pasien positif, akhirnya tiba juga waktunya," tulis Rey, yang mengunggah foto tangan mereka saling bertaut, dan hasil swab test COVID-19 mereka.

Diketahui, positif COVID-19 ini dialami Dinda yang sedang mengandung dan sudah memasuki usia kehamilan sekitar enam bulan.

Lalu apakah positif COVID-19 pada ibu hamil tersebut akan berpengaruh ke janin? Berikut penjelasannya.

Menurut dokter spesialis kandungan, dr. Ivander Utama, potensi membahayakan bisa terjadi pada wanita hamil yang terpapar COVID-19 adalah ketika kondisi si ibunya menjadi sakit berat atau parah.

Apabila kondisi tersebut terjadi, maka tentunya akan berpengaruh pada kesehatan janin.

"Misalnya ibunya kandungan oksigen darah atau kadar oksigen darah ibunya menurun drastis, menurun jauh, maka kondisi dedenya juga akan menjadi kekurangan oksigen juga," jelas dr. Ivander saat dihubungi Urbanasia, Senin (22/3/2021).

Meski begitu, dr. Ivander menyebut, bahwa selama ini bayi yang lahir dari ibu yang positif COVID-19 relatif sehat-sehat saja. Apalagi, saat melahirkan kondisi ibunya sudah pulih.

"Sedangkan lahir pada ibunya yang masih positif aja pun kondisi bayinya biasanya cukup bagus dan cukup sehat. Asalkan persalinannya dilakukan dengan baik dan memenuhi protokol kesehatan yang ketat," ujar dr. Ivander.

Nah, tetapi yang harus menjadi perhatian adalah dampak jangka panjang bayi yang lahir dari ibu positif COVID-19. Pasalnya, menurut dr. Ivander hal itu yang hingga kini belum diketahui apakah berdampak atau tidak.

"Nah, yang belum kita ketahui adalah dampak dari COVID sendiri untuk jangka panjang pada bayinya, karena bisa saja efek dari COVID yang diderita ibunya selama kehamilan pada bayinya baru tampak saat anaknya sudah berumur 3 tahun, 5 tahun, atau 6 tahun bahkan," papar dr. Ivander.

"Jadi kita harus hati-hati dengan itu. Sejauh ini sih bayinya sehat-sehat aja, tapi kita belum tahu efek jangka panjang dari ibu yang positif COVID terhadap bayinya beberapa tahun kemudian," lanjutnya.

Hal yang Perlu Dilakukan saat Wanita Hamil Terpapar COVID-19

1616414810-Ilustrasi-Wanita-Hamil.jpgSumber: Ilustrasi Wanita Hamil. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Dikatakan dr. Ivander, pada prinsipnya ibu yang positif COVID-19 harus segera memeriksakan diri ke dokter dan harus mendapat obat dari resep dokter.

"Jangan coba-coba obat yang katanya 'minum ini minum itu bagus dan aman', jadi harus penangannya di bawah supervisi dokter," tegas dr. Ivander.

Dr. Ivander menyarankan ibu hamil yang positif COVID-19 untuk selalu melakukan konsultasi online atau jarak jauh dengan dokter.

Hal itu dilakukan agar dokter bisa melihat (memantau) dan menanyakan bagaimana kondisi kehamilan si ibu.

"Mungkin beberapa pengobatan dasar, seperti memberi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan obat-obatan untuk menurunkan demamnya bila ada demam, atau obat-obatan untuk mengencerkan dahak bila batuknya berdahak, itu penting untuk diberikan," kata dr. Ivander.  

Beberapa hal yang paling penting untuk wanita hamil positif COVID-19 menurut dr. Ivander adalah sebagai berikut:

1. Memberikan edukasi dulu bagaimana dia atau si wanita hamil yang positif COVID-19 mendapat pertolongan,
2. Tanda-tanda waspada yang harus dilakukan si wanita hamil yang positif COVID-19,
3. Bagaimana wanita hamil yang positif COVID-19 harus mengobservasi kondisinya sendiri selama menjalankan isolasi mandiri. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait