Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Profil Edwin, Sutradara Indonesia yang Sukses Menangi Golden Leopard

Kintan Lestari,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Profil Edwin, Sutradara Indonesia yang Sukses Menangi Golden Leopard
Image: Edwin, sutradara film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'. (YouTube Palari Films)

Jakarta - Indonesia belum lama ini kembali harum namanya berkat seorang sutradara. Ia adalah Edwin.

Film karyanya yang berjudul 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' sukses mencetak sejarah di Locarno International Film Festival 2021, yang mana berlangsung sejak 4-14 Agustus 2021.

Di festival film tersebut, Edwin berhasil membawa pulang piala Golden Leopard yang merupakan hadiah utama. Siapakah Edwin? Apa saja karyanya? Berikut profil sutradara Edwin.

Karier 

Edwin merupakan sutradara asal Surabaya yang lebih sering membuat film pendek. Ia pindah dari Surabaya ke Jakarta untuk mengambil studi di Institut Kesenian Jakarta.

Pria kelahiran Surabaya, 24 April 1978 ini pernah menjadi asisten sutradara Riri Riza dalam pembuatan film 'Gie'.

Film-film pendek yang dibuat Edwin seringkali tampil di festival film luar negeri. 

Namanya mulai terdengar di Tanah Air usai menggarap film 'Posesif' (2017) yang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Marino.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Film Seperti Dendam (@sepertidendamfilm)

Filmografi

Memulai karier lewat film pendek, hingga kini Edwin punya beberapa film yang dikenal banyak orang. 

Film tersebut di antaranya adalah 'Kara, Anak Sebatang Pohon' (2005), 'Babi Buta yang Ingin Terbang' (2008), 'Kebun Binatang' (2012), 'Posesif' (2017), 'Aruna dan Lidahnya' (2018), dan 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' (2021). 

Karya-karya sutradara asal Surabaya itu sering ditampilkan di festival film luar negeri. 

Bukan hanya di Locarno, film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' berhasil memenangkan Busan Award di Asian Project Market 2016. 

FYI, Asian Project Market adalah pasar film yang akan menjadi wadah untuk mempertemukan film ini dengan mitra internasional yang berpotensi untuk bekerja sama dalam menyelesaikan film. 

Film pendek Edwin yang berjudul 'Kara, Anak Sebatang Pohon' berhasil jadi film pendek Indonesia pertama yang berhasil menembus ajang Festival Film Cannes 2005 dalam sesi Director's Forthnight.

Film debutnya di film feature lewat 'Babi Buta yang Berhasrat Terbang' membuatnya memenangkan penghargaan FIPRESCI di Festival Film Internasional ke-38 Rotterdam. Film ini juga telah berkeliling 45 festival film seperti BAFICI Buenos Aires, Hongkong, Seattle, Karlovy Vary, Viennale, dan Thessaloniki, juga di Museum of Modern Art, New York. 

'Kebun Binatang' (dalam bahasa Inggris berjudul 'Postcards from the Zoo) juga ikut berpromosi di Berlin International Film Festival 2012. Lalu film 'Posesif' juga mengantarnya sebagai sutradara terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Berikut karya-karya dari sutaradara Edwin:

- A Very Slow Breakfast (2003)
- Dajang Soembi, Perempoean Jang Dikawini Andjing (2004) 
- Kara, Anak Sebatang Pohon (2005)
- A Very Boring Conversation (2006)
- Hulahoop Soundings (2008)
- Babi Buta yang Berhasrat Terbang (2008)
- Trip To The Wound (2008)
- Kebun Binatang (2012)
- Posesif (2017)
- Aruna dan Lidahnya (2018)
- Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait