Keren! Warga Bangkingan Surabaya Jadi Peserta Pertama Injak Garis Finish di GJP Mojosuro 2019

Surabaya - Ikon gerak jalan terbesar di Jawa Timur, Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto-Surabaya (Mojosuro) baru saja berakhir Minggu (17/11/2019) pagi.
Namun, sejak pukul 21.45 WIB, sudah ada yang berhasil mencapai garis finish!
Peserta pertama ini adalah Aremba dari kategori beregu umum. Aremba adalah singkatan dari Arek Mbangkingan Suroboyo.
Kelompok yang beranggotakan 10 orang pemuda asal Kelurahan Bangkingan, Surabaya ini berhasil menjadi peserta pertama yang menginjakkan kaki di garis finish.
Baca Juga: Tertantang Lomba Lari Menyusuri Hutan? Yuk, Ikutan Fun Run di Cikole!
Setelah Aremba, peserta lainnya pun menyusul hingga berakhirnya acara pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.
Sebelumnya, sekitar 8.000 peserta Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto-Surabaya (Mojosuro) dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya telah diberangkatkan dari Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (16/11/2019) pukul 16.00 WIB.
Dalam pembukaan Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan akan hadir, ternyata harus diwakili oleh Kadispora Jatim, Supratomo.
Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Sekertaris Daerah Mojokerto Herry Suwito, jajaran Forkopimda Mojokerto, beserta para pimpinan perangkat daerah Jawa Timur dan Kota Mojokerto.
Baca Juga: Malang Beach Run: Berlari Melewati 6 Pantai Hingga Sunset Muncul
Supratomo mengatakan, gerak jalan menjadi olahraga yang dipilih karena ini merupakan salah satu olahraga terbaik.
"Kenapa harus gerak jalan? Karena ini merupakan salah satu olahraga terbaik. Bayangkan, dalam semenit gerak jalan, sebanyak 6 kalori terbakar. Lalu, katakanlah 10 jam hingga Surabaya, berarti sudah 3600 kalori kita terbakar," kata Supratomo.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin mengajak generasi penerus untuk mengingat dan meneruskan perjuangan para pahlawan.
"Seperti yang bisa dilihat, mereka banyak yang mengekspresikan dirinya, terhadap pahlawan sehingga ada upaya untuk menyusuri jejak para pahalawan agar tergetar hatinya bahwa perjuangan ini tidak mudah," katanya.
Baca Juga: Ajang Lari Estafet Jakarta Kizuna Ekiden 2019 Dibuka, Ini Harapan Anies
Yup, peserta gerak jalan tahun ini memang membludak. Ika Puspitasari pun mengakui bahwa peningkatan peserta tahun ini meningkat drastis.
Selain peserta, hadiah yang ditawarkan juga lebih banyak daripada tahun lalu. Jika 2018 total hadiah yang direbutkan sebesar Rp 118 juta, tahun ini meningkat jadi Rp 120,5 juta.(*)
