URsport

Nobar dan Koleksi Panini, Piala Dunia 2026 Jadi Momen Kebersamaan Lagi

Urbanasia, Kamis, 7 Mei 2026 23.11 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Nobar dan Koleksi Panini, Piala Dunia 2026 Jadi Momen Kebersamaan Lagi
Image: Lay's menghadirkan berbagai program menarik untuk memeriahkan gelaran Piala Dunia 2026. (Ist)

Jakarta - Piala Dunia bukan cuma soal pertandingan di lapangan. Buat banyak orang, momen ini juga identik dengan nobar, berburu merchandise, hingga keseruan mengoleksi kartu pemain favorit bersama teman-teman.

Melihat budaya nonton bola yang begitu kuat di Indonesia, Lay's resmi mengumumkan kolaborasi globalnya sebagai Official Sponsor FIFA World Cup 2026.

Lewat kolaborasi ini, Lay’s menghadirkan berbagai inisiatif spesial di Indonesia, mulai dari kemasan edisi FIFA hingga program koleksi kartu resmi Panini FIFA World Cup 26™.

“Sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang-orang. Melalui partnership Lay’s dengan FIFA World Cup 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih seru dan berkesan,” ujar Hanussa Hamzah, Senior Marketing Manager PepsiCo Indonesia, Kamis (7/5/2026). 

Hanussa menambahkan, Lay’s ingin hadir bukan sekadar sebagai camilan pelengkap, tetapi menjadi bagian dari pengalaman nobar yang lebih menyenangkan.

“Di setiap momen nobar, Lay’s hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, tapi sebagai elemen penting yang menghidupkan suasana,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari kampanye ini, Lay’s menghadirkan FIFA World Cup Edition dengan kemasan spesial yang menampilkan ikon sepak bola dunia seperti Lionel Messi dan David Beckham.

Tak hanya itu, konsumen juga berkesempatan mendapatkan kartu resmi Panini FIFA World Cup 26 melalui pembelian produk PepsiCo seperti Lay’s, Cheetos, dan Doritos senilai Rp50 ribu di Alfamart, Alfagift, Lawson, Alfamidi, dan Midi Kriing.

Program ini sekaligus membawa kembali tradisi mengoleksi merchandise sepak bola yang selama ini lekat dengan atmosfer Piala Dunia.

Di Indonesia sendiri, budaya nongkrong dan nobar sepak bola memang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Dengan jumlah penggemar sepak bola yang disebut mencapai 165 juta orang, momen pertandingan sering kali berkembang menjadi ruang berkumpul dan berbagi keseruan bersama.

Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau yang akrab dikenal sebagai Coach Justin juga menilai budaya nobar di Indonesia punya sisi sosial yang kuat.

“Di Indonesia, nonton bola itu sudah menjadi tradisi—entah di rumah, di warung, atau kumpul bareng teman. Bukan cuma soal pertandingan, tapi soal kebersamaan dan momen-momen keseruan kecil yang dibangun di sekitarnya,” ujarnya.

Selain program koleksi kartu Panini, Lay’s juga menyiapkan berbagai aktivitas watch party untuk menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih dekat dengan para penggemar sepak bola di Indonesia.

Lay’s sendiri hadir di Indonesia dengan beberapa pilihan rasa yang dekat dengan lidah masyarakat, mulai dari rumput laut, rumput laut pedas, hingga daging sapi bakar.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait