URstyle

Anak Nurul Arifin Meninggal Kena Serangan Jantung di Usia Muda, Apa Sebabnya?

Anisa Kurniasih, Selasa, 25 Januari 2022 17.03 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Anak Nurul Arifin Meninggal Kena Serangan Jantung di Usia Muda, Apa Sebabnya?
Image: Maura Magnalia. (Instagram/evilheat)

Jakarta - Putri sulung pasangan Nurul Arifin dan Mayong Suryolaksono, Maura Magnalia Madyaratri meninggal dunia pada Selasa (25/1/2022) dini hari karena serangan jantung di usia 28 tahun.

Sang ibu, Nurul Arifin memberi keterangan terkait meninggalnya sang putri tercinta. Dikatakan Nurul, Maura meninggal dunia di meja makan saat dirinya sudah masuk kamar untuk beristirahat atau tidur malam. Dalam beberapa jam, asisten rumah tangga Nurul mendapati Maura sudah tak bernyawa.

Dari informasi, Nurul dan suami, Mayong Suryo Laksono sempat membawa Maura ke Rumah Sakit Cinere untuk memastikan keadaan putrinya.

"Kami tidur dia masih di meja makan ya. Kami sudah tidur, pas masuk kamar, terus pagi-pagi jam 04.30 WIB lah, pembantu yang menemukan dia," terang Nurul.

Lantas, mengapa penyakit jantung bisa menyerang usia muda?

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada dua kemungkinan seseorang dapat meninggal mendadak akibat gangguan pada jantung, yakni diakibatkan karena penyakit jantung koroner atau Sindrom Brugada (gangguan irama jantung akibat kelainan genetik).

Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta Timur, Rizky Aulia menjelaskan, penyebab terjadinya serangan jantung adalah penyumbatan di pembuluh darah koroner secara akut atau mendadak yang biasanya diawali dengan pembentukan kerak di dalam pembuluh darah. 

Itulah yang disebut sebagai coronary artery disease atau penyakit jantung koroner. Pembentukan kerak di dalam pembuluh darah menurut Rizky biasanya dimulai sejak usia muda, yaitu di usia belasan dan 20an tahun.

Selain itu, seseorang yang terlihat sehat kemudian meninggal mendadak karena jantung juga bisa terkena Sindrom Brugada. 

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung akibat kelainan genetik. Ibarat mesin yang memiliki sistem listrik di dalamnya, pasien yang mengidap sindrom brugada juga mengalami gangguan aliran listrik pada jantungnya.

Nah, ada lima faktor risiko jantung koroner yang menurut Rizky merupakan penyebab terbentuknya kerak di dalam pembuluh darah, yaitu kencing manis, darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok dan faktor keturunan. 

FYI, orang yang sering merokok atau terpapar asap rokok berisiko lebih besar mengidap penyakit jantung. Alasannya, merokok bisa merusak lapisan arteri, menebalkan dinding arteri, serta menyebabkan penumpukkan lemak dan plak yang menghambat aliran darah di sepanjang arteri.

Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi terhambat dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sementara itu, kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah arteri, sehingga mengalami penyempitan dan berisiko mengalami penyakit jantung.

Proses penyakit ini disebut sebagai aterosklerosis. Hal ini dapat timbul saat usia muda, tak harus menunggu dewasa.Kandungan kolesterol dapat ditemukan pada makanan yang bersumber dari hewan seperti daging, telur, produk susu, dan makanan yang mengandung lemak jenuh.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait