URstyle

Aritmia Tak Bisa Diabaikan, Klinik Atrial Fibrilasi Kini Hadir di Jakarta

Urbanasia, Sabtu, 14 Februari 2026 22.06 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Aritmia Tak Bisa Diabaikan, Klinik Atrial Fibrilasi Kini Hadir di Jakarta
Image: Ilustrasi kesehatan jantung. (Freepik/onlyyouqj)

Jakarta - Gangguan irama jantung atau aritmia sering dianggap sepele di awal. Detak jantung masih terasa ‘normal’, aktivitas tetap berjalan, tapi risiko yang tersembunyi di baliknya tidak bisa dibiarkan.

Atrial fibrilasi (AF) menjadi salah satu contoh yang paling sering dibicarakan. Kondisi ini bukan hanya soal jantung berdebar, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, gagal jantung, hingga penurunan kualitas hidup.

Kesadaran akan kompleksitas itu yang melatarbelakangi Eka Hospital MT Haryono membuka Klinik Atrial Fibrilasi (AF Clinic). Layanan ini difokuskan untuk diagnosis, evaluasi, hingga penanganan aritmia secara lebih terintegrasi.

“Pengembangan AF Clinic merupakan bagian dari strategi Eka Hospital Group dalam memperkuat layanan kardiovaskular. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap penanganan aritmia yang cepat, akurat, dan terpadu,” ungkap dr. Sheirly Novan Indra, MARS, Hospital Director Eka Hospital MT Haryono, Jumat (13/2/2026).

AF Clinic didukung oleh tim dokter dengan kompetensi khusus di bidang aritmia dan elektrofisiologi, seperti dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, dr. Daniel Tanubudi, SpJP, FIHA, dr. Hendyono Lim, Sp.JP, FIHA, serta dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K), CCDS.

1771081403-AF-Clinic-Eka-Hospital-MT-Haryono.jpegLaunching Atrial Fibrillation Clinic Eka Hospital MT Haryono. (Urbanasia)

Keberadaan tim multidisiplin ini menjadi bagian penting dari pendekatan klinik. Gangguan irama jantung tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan membutuhkan evaluasi menyeluruh yang berkelanjutan.

Layanan yang tersedia mencakup konsultasi dan pemeriksaan dasar seperti EKG hingga holter monitoring. Pemeriksaan ini membantu dokter membaca pola irama jantung yang tidak selalu tertangkap dalam satu waktu pemeriksaan singkat.

Untuk kebutuhan lebih lanjut, tersedia pula studi elektrofisiologi dan tindakan intervensi seperti ablasi kateter. Prosedur yang umumnya direkomendasikan ketika terapi obat belum memberikan hasil optimal.

Dalam momentum peluncuran ini, Eka Hospital MT Haryono juga menegaskan penggunaan teknologi Pulsed Field Ablation (PFA). Teknik ablasi terbaru yang memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi dengan pendekatan yang lebih selektif pada jaringan jantung.

Metode ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan teknik konvensional berbasis panas atau dingin. Risiko cidera jaringan sekitar lebih minimal, sementara prosedur dapat berlangsung lebih efisien.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit kardiovaskular, layanan spesifik seperti AF Clinic menjadi relevan. Terutama karena gejala aritmia tidak selalu dramatis, dan kerap baru disadari ketika komplikasi mulai muncul.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait