Desainer Lokal Masuk Retail, Hartono Gan Rilis Koleksi Siap Pakai Perdana

Jakarta – Perkembangan industri fashion lokal semakin menunjukkan arah yang lebih matang. Tak lagi berfokus pada karya eksklusif, sejumlah desainer mulai melangkah ke sistem yang lebih terstruktur dan dekat dengan pasar, salah satunya lewat peluncuran koleksi ready-to-wear.
Desainer Hartono Gan menjadi salah satu yang mengambil langkah tersebut dengan merilis koleksi siap pakai perdananya. Langkah ini dilakukan setelah lama berkecimpung dalam sistem made-to-order.
Koleksi ready-to-wear Hartono Gan diperkenalkan di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, Sabtu (25/4/2026), sekaligus menandai transisi dari pendekatan made-to-order ke retail yang lebih luas.
“Saya ingin lebih banyak orang dapat menikmati kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Hartono Gan Homme. Ready-to-wear ini bukan kompromi, melainkan pengembangan bahasa desain saya ke konteks yang lebih luas, tanpa kehilangan esensinya,” kata Hartono Gan, Sabtu.
Dalam koleksi ini, Hartono menghadirkan 16 artikel yang dirancang sebagai bagian dari konsep capsule wardrobe. Mulai dari blazer, jaket kasual, celana tailored, hingga kemeja, seluruhnya tetap mengusung DNA desainnya yang dikenal edgy, timeless, dan elegan.
Ciri khas androgynous dengan garis tegas dan siluet bersih tetap dipertahankan, menjadikan koleksi ini fleksibel untuk berbagai gaya sekaligus relevan lintas tren.
Pendekatan ini juga membuka akses bagi lebih banyak orang untuk menikmati karya yang sebelumnya hadir dalam format lebih personal.
Koleksi ready-to-wear perdana Hartono Gan di Lakon Store, Summarecon Mall Kelapa Gading. (Urbanasia)
Langkah Hartono Gan ini tak berdiri sendiri. Peluncuran koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih besar dalam mendorong desainer lokal masuk ke sistem industri yang lebih mapan melalui ekosistem yang dibangun oleh JF3 Fashion Festival.
Melalui inisiatif Future Fashion Award (FFA) yang kini berkembang menjadi Future Fashion Designer (FFD), JF3 memberikan dukungan tidak hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga penguatan bisnis dan operasional.
Program ini dirancang untuk membantu desainer membangun kapasitas produksi hingga kesiapan masuk ke pasar retail profesional.
Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari visi besar untuk memperkuat industri fashion Indonesia.
JF3, kata dia, hadir bukan hanya untuk merayakan kreativitas, tetapi untuk membangun sistem yang memungkinkan kreativitas itu berkembang menjadi kekuatan industri.
“Transformasi Hartono Gan menunjukkan bagaimana talenta Indonesia dapat bergerak lebih jauh ketika didukung oleh arah yang jelas, struktur yang tepat, dan ekosistem yang relevan,” tegas Soegianto.
Dengan pendekatan ini, JF3 tak hanya menjadi panggung presentasi karya, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara kreativitas dan pasar. Tema RECRAFTED: Shaping the Future yang diusung tahun ini pun diterjemahkan secara konkret melalui langkah-langkah yang memperkuat fondasi brand.
Transisi dari runway ke retail menjadi salah satu indikator penting bahwa industri fashion lokal mulai bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan. Ketika kreativitas didukung sistem yang tepat, peluang untuk tumbuh pun menjadi semakin terbuka.
