Mencari Busana Raya, Sekaligus Pengalaman Berbelanja yang Lebih Personal

Jakarta — Menjelang Ramadan dan Lebaran, pusat perbelanjaan biasanya mulai dipenuhi satu kebutuhan yang sama: mencari busana Raya.
Namun bagi sebagian orang, memilih baju Lebaran bukan lagi sekadar soal model atau warna, melainkan juga pengalaman, bagaimana busana itu dikenakan, dirasakan, dan dimaknai bersama keluarga.
Di Kota Kasablanka, pengalaman tersebut coba dihadirkan lewat sebuah pop-up store milik Benang Jarum yang mulai beroperasi sejak awal Februari 2026.
Berlokasi di UG Floor Unit 17, ruang ritel sementara ini menjadi bagian dari cara baru brand lokal Benang Jarum mendekatkan koleksi Rayanya kepada konsumen, tak hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai cerita.
Menurut Creative Director Benang Jarum, Mifthahul Jannah, kehadiran pop-up store ini memang ditujukan untuk menciptakan kedekatan yang lebih personal antara koleksi dan pemakainya.
“Pop-up store ini kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan Raya melalui busana yang dekat dengan keseharian. Setiap koleksi Raya kami rancang dengan pendekatan yang berbeda, tapi tetap berangkat dari nilai yang sama: kenyamanan, detail yang bermakna, dan siluet yang bisa dikenakan bersama keluarga,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Creative Director Benang Jarum, Mifthahul Jannah. (Urbanasia)
Alih-alih meluncurkan seluruh koleksi sekaligus, Benang Jarum memilih pendekatan yang lebih gradual.
Koleksi Raya ditampilkan secara bergantian, dimulai dari Marchesa Collection, disusul Blooming Eid Collection pada Februari, hingga The Regal Collection yang dijadwalkan hadir pada Maret 2026.
Setiap koleksi membawa karakter berbeda, tapi tetap berada dalam satu benang merah: busana yang dirancang untuk dikenakan bersama, dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya.
Pop-up store ini pun tak sekadar menjadi tempat berbelanja. Sepanjang periode tertentu, pengunjung juga diajak menikmati pengalaman kecil yang menyenangkan, seperti penawaran es krim yang bisa ditukarkan langsung di lokasi dengan menunjukkan struk pembelanjaan, tanpa minimum transaksi.
Lebih jauh, ruang ini dirancang sebagai medium untuk memperkenalkan proses kreatif di balik koleksi Raya. Mulai dari eksplorasi desain, pemilihan material, hingga bagaimana setiap potongan busana disesuaikan dengan kebutuhan keluarga modern saat Lebaran.
Miftahul Jannah menambahkan, pengalaman melihat dan mencoba langsung koleksi menjadi bagian penting dari perjalanan memilih busana Raya.
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk melihat, merasakan, dan mencoba koleksi secara langsung, sekaligus memahami cerita di balik setiap koleksi Raya yang kami hadirkan sepanjang awal tahun ini,” pungkasnya.
