URstyle

Meski Terasa Nikmat, Nyatanya Kol Goreng Bahayakan Kesehatan

Citra Resmi , Minggu, 26 Januari 2020 14.30 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Meski Terasa Nikmat, Nyatanya Kol Goreng Bahayakan Kesehatan
Image: Kol goreng. (Instagram @jogjaeatguide)

Jakarta - Siapa nih yang jadi salah satu penggemar kol goreng? Menu satu ini jadi pelengkap yang bikin pecel ayam atau lele kamu makin nikmat. Dibandingkan kol mentah sebagai lalapan, kol yang digoreng punya cita rasa yang lebih enak.

Eits, sayangnya karena digoreng, menu ini tentu nggak sebaik itu buat kesehatan. Ternyata, di balik kenikmatannya, ada beberapa bahaya kol goreng yang mengintai kesehatan. Apa aja ya? yuk kita simak!

Tingkatkan resiko penyakit jantung dan stroke

Duh, ini nih yang ngeri. Kol goreng ternyata nggak baik untuk kesehatan jantung. Saat dipanaskan melampaui titik asapnya, struktur kimia minyak akan berubah.

Baca juga: Hobi Minum Kopi? Hindari Beberapa Menu Berbahaya Ini!

Selain itu, jika kol digoreng dalam minyak yang dipakai berulang kali hal ini bisa mengubah minyak menjadi lemak trans.

Seperti yang kita tahu, minyak trans ini adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan kolesterol jahat. Penumpulan lemak jenis ini juga bisa menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Kandungan nutrisi dan serat jadi rusak

FYiI kol itu mengandung banyak nutrisi mulai dari protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu ada juga kandungan serat, vitamin C, K, dan B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.

Baca juga: Penderita Diabetes Berpotensi Besar Kena Penyakit Jantung, Lho!

Namun, sayang beribu sayang, proses menggoreng kol yang biasanya dalam suhu tinggi justru merusak nutrisi sayuran ini. Cara memasak yang lebih baik bagi kol adalah merebus dan menumis agar nutrisinya tetap terjaga.

Jumlah kalori jadi lebih banyak

Tahu nggak sih kalau sebenarnya kol itu adalah sayuran yang rendah kalori? Setengah bonggol kol mentah 100 gram hanya mengandung 22 kalori saja. Hal disebabkan kol mengandung 92 persen air dari total beratnya.

Namun, saat digoreng kalori kol pun bakal lebih tinggi akibat kalori ekstra dari minyak. Seperti yang kita tahu, saat digoreng kol jadi menyerap banyak minyak.

Baca juga: Simak! Ini 5 Cara Merawat Kuku Agar Tetap Sehat

Tingkatkan resiko kanker

Selain nutrisi dan serat ternyata kol juga memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane, lho. Sulphoraphane ini bakalnmenghambat enzim histone deacetylase.

Enzim tersebut ternyata berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat.

Nah, prose penggorengan kol bisa sebabkan pembentukan senyawa acrylamide yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Acrylamide juga berperan dalam perkembangan kanker rahim, ovarium, paru-paru, ginjal, dan kerongkongan.

Meski jadi lebih enak, sayangnya banyak manfaat dan kebaikan kol jadi terkikis. Masih tertarik makan kol goreng banyak-banyak?

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait