URstyle

Motif Floral Masih Jadi Andalan Busana Raya 2026, dari Kaftan sampai Tunik

Urbanasia, Rabu, 18 Maret 2026 11.29 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Motif Floral Masih Jadi Andalan Busana Raya 2026, dari Kaftan sampai Tunik
Image: Motif Floral mendominasi koleksi raya dari Clue yang dipamerkan di Ramadan Runway 2026. (Ramadan Runway)

Jakarta - Tren fashion memang terus berubah, tapi ada satu motif yang hampir selalu muncul setiap Ramadan dan Idulfitri: floral

Di koleksi raya 2026, motif bunga kembali mendominasi berbagai rancangan, mulai dari tunik, kaftan, hingga long dress dengan sentuhan dekoratif yang memberi kesan segar dan festive.

Motif floral dianggap cocok dengan suasana Lebaran yang identik dengan perayaan dan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Nuansa bunga yang identik dengan kehidupan dan pertumbuhan juga membuat motif ini terasa selaras dengan makna spiritual Ramadan yang penuh pembaruan dan harapan.

Karena itu, tak heran kalau motif floral kembali terlihat kuat dalam peragaan hari kelima Ramadan Runway 2026. Berbagai desainer menghadirkan interpretasi berbeda, mulai dari pattern lembut bernuansa pastel hingga ornamen dekoratif yang dibuat lebih bold.

Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna mengatakan, motif floral masih menjadi pilihan utama karena mampu menghadirkan kesan ceria tanpa meninggalkan karakter busana muslim yang elegan.

“Motif floral tetap jadi signature karena koleksi raya ingin memberi kesan ceria untuk merayakan Idulfitri,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026). 

Sentuhan floral terlihat di berbagai koleksi yang tampil di runway. Clue menghadirkan motif floral etnik lewat layering outer, vest, dan long shirt dengan warna pastel dan earth tone. 

Yasokhy menampilkan siluet berlapis seperti kimono outer dan long dress tanpa lengan dengan motif floral bernuansa natural.

Aksen bunga juga muncul dalam bentuk dekoratif. Willmich menambahkan detail floral pada busana hingga penutup kepala, sementara Mierto X Queend menjadikan ornamen bunga sebagai statement di bagian dada long dress yang dipadukan dengan turban.

Nuansa yang lebih lembut hadir lewat Rryni House yang memakai embroidery floral dengan siluet terinspirasi kebaya. Kunce Manduapessy juga menghadirkan motif serupa pada long dress dan scarf panjang, memberi kesan anggun namun tetap modern.

Beberapa desainer lain memilih pendekatan yang lebih ringan. Sarah Dewanto, Ria Atelier X Gayatri, serta Nara X Candrika mengaplikasikan bordir floral pada tunik, sementara Kean Signature merilis kaftan berbahan satin viscose dengan motif bunga yang tampil mengilap dan elegan.

Motif floral yang mendominasi koleksi tahun ini juga sejalan dengan tema Ramadan Runway 2026, yaitu Blooming Ramadan, yang menggambarkan bulan suci sebagai momen pertumbuhan dan keindahan.

Menurut Dana, tema tersebut dipilih untuk menggambarkan Ramadan sebagai fase penuh makna, seperti bunga yang sedang mekar.

“Ramadan Runway ingin menghadirkan suasana Ramadan yang indah, puitis, dan penuh pertumbuhan, sekaligus mendorong perkembangan industri mode lokal,” katanya.

Ramadan Runway sendiri merupakan agenda tahunan hasil kolaborasi APPMI Jakarta dan Kota Kasablanka. Tahun ini, acara ke-14 tersebut menghadirkan lebih dari 60 desainer dan puluhan tenant lokal, berlangsung sepanjang 5–29 Maret 2026 di area Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Fashion Atrium Kota Kasablanka.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait