URstyle

Muncul Bayangan Melayan di Mata, Aman Nggak Sih? Ini Kata Dokter Spesialis

Urbanasia, Selasa, 14 April 2026 19.02 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Muncul Bayangan Melayan di Mata, Aman Nggak Sih? Ini Kata Dokter Spesialis
Image: Ilustrasi - Seseorang dengan floaters yang sering melihat bayangan mengambang di mata. (Freepik)

Jakarta - Pernah lihat bayangan kecil seperti titik atau benang melayang di mata? Kondisi ini sering muncul tiba-tiba, apalagi saat melihat langit cerah atau latar terang, dan bikin penglihatan jadi nggak nyaman.

Fenomena ini dikenal sebagai floaters, yaitu bayangan yang terlihat mengambang di lapang pandang akibat perubahan di dalam bola mata. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini ternyata nggak selalu bisa diabaikan begitu saja.

Dokter Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, dr Dearaini, Sp.M, menjelaskan, floaters berkaitan dengan vitreus, yaitu gel bening di dalam mata yang berfungsi menjaga bentuk bola mata dan membantu cahaya menuju retina.

“Floaters terjadi ketika ada bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang terlihat mengambang di lapang pandang dan sering membuat fokus penglihatan terganggu,” jelasnya dalam Media Meet Up Eka Hospital Permata Hijau di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Dalam kondisi normal, cahaya masuk melalui kornea, lensa, dan vitreus sebelum akhirnya diterima retina. Namun ketika struktur vitreus mengalami perubahan, bayangan kecil bisa terbentuk dan terlihat seperti melayang.

Menurut dr Dearaini, kondisi ini memang sering terjadi, terutama seiring bertambahnya usia. Meski begitu, kemunculannya tetap perlu diperhatikan.

“Kondisi ini patut diperhatikan karena bisa menjadi tanda perubahan pada mata yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter,” tegasnya.

Floaters biasanya ditandai dengan munculnya titik hitam atau abu-abu, garis, hingga bentuk menyerupai jaring laba-laba. Bayangan ini cenderung bergerak mengikuti arah mata dan terlihat lebih jelas saat berada di latar terang.

Dalam banyak kasus, floaters termasuk kondisi normal yang berkaitan dengan proses penuaan. Namun, ada juga faktor lain yang bisa memicu, seperti perdarahan pada mata, peradangan di bagian belakang mata, robekan retina, hingga riwayat operasi atau cedera.

Karena penyebabnya beragam, penting untuk mengenali kapan kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan mata secara rutin juga dianjurkan untuk memastikan tidak ada gangguan serius.

1776168000-dr-Dearaini-Spesialis-Mata.jpgDokter Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, dr Dearaini, Sp.M. (Urbanasia)

“Pemeriksaan mata secara rutin penting untuk mendeteksi dini perubahan pada retina atau vitreus,” imbuh dr Dearaini.

Selain itu, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Misalnya, floaters muncul tiba-tiba dalam jumlah banyak, disertai kilatan cahaya, atau penglihatan terasa seperti tertutup bayangan gelap.

Gejala tersebut bisa mengarah pada kondisi serius seperti robekan atau lepasnya retina yang membutuhkan penanganan segera.

“Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter mata karena bisa menandakan kondisi yang lebih serius,” pungkasnya.

Di sisi lain, meski floaters tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, terutama yang berkaitan dengan proses penuaan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dan meminimalkan risikonya.

Menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan jadi salah satu kunci. Penyakit seperti diabetes dan hipertensi diketahui dapat memengaruhi kesehatan retina dan memperbesar risiko gangguan pada vitreus. Karena itu, kontrol rutin dan pola hidup sehat penting untuk dilakukan.

Paparan sinar ultraviolet juga perlu diperhatikan. Penggunaan kacamata dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan bisa membantu memperlambat kerusakan struktur mata dalam jangka panjang.

Asupan nutrisi turut berperan dalam menjaga kesehatan mata. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, vitamin E, omega-3, serta lutein dan zeaxanthin dapat membantu melindungi retina dari stres oksidatif dan menjaga elastisitas jaringan mata.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait