No Oversharing, No Overeating: Ramadan Lebih Mindful

Jakarta - Ramadan identik dengan pengendalian diri. Tapi di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, tantangannya bukan cuma menahan lapar dan haus. Tapi juga soal tidak berlebihan, baik saat berbuka puasa maupun saat berbagi di media sosial.
Perubahan pola makan selama Ramadan sering bikin banyak orang tanpa sadar jadi impulsif. Menu berbuka yang serba goreng, minuman manis berlapis, lalu berujung rasa begah setelahnya.
Padahal, tubuh justru membutuhkan perhatian ekstra ketika ritme makan berubah dan waktu istirahat ikut bergeser.
Melihat fenomena ini, Tropical menggelar acara ‘Ramadan No Oversharing bersama Tropical No Oversaring’ di AEON Mall Sentul City, Bogor, Minggu (1/3/2026).
Kampanye ini mengajak masyarakat memaknai puasa sebagai momentum hidup lebih mindful, bukan sekadar rutinitas tahunan belaka.
Dalam sesi talkshow, Reisa Broto Asmoro membahas pentingnya memilih bahan pangan berkualitas selama menjalankan ibadah puasa.
Ketika jam makan hanya dua kali sehari dan durasinya terbatas, kualitas asupan menjadi kunci agar energi tetap stabil dan tubuh tidak mudah drop.
Salah satu poin yang disorot adalah pemilihan minyak goreng. Proses penyaringan yang optimal dinilai berpengaruh pada tingkat penyerapan minyak dalam makanan.
Jika makanan menyerap terlalu banyak minyak, efeknya bukan hanya rasa berat setelah berbuka, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.
Karena itu, bukan soal menghindari gorengan sepenuhnya. Cara mengolah dan kualitas minyak yang digunakan justru menjadi faktor penting agar makanan tetap nikmat tanpa terasa berlebihan di tubuh.
Pendekatan mindful ini juga diperluas ke ranah sosial. Dalam sesi tausiyah, Ustadz Akri Patrio mengangkat tema ‘No Oversharing; sebagai pengingat untuk menjaga lisan, perilaku, dan bijak dalam bermedia sosial selama Ramadan.
Menahan diri, kata dia, bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang mengontrol apa yang dibagikan agar ibadah tetap fokus dan bermakna.
Sebagai penutup, Chef Hideki menghadirkan cooking demonstration menu Gimari dan Tempura Don menggunakan minyak Tropical dengan proses 2x penyaringan (No Oversaring).
Melalui sesi ini diperlihatkan bagaimana teknik memasak yang tepat dapat menghasilkan gorengan yang tetap renyah tanpa menyerap minyak berlebihan.
Demo ini menegaskan bahwa makanan berbuka tetap bisa lezat tanpa membuat tubuh terasa terlalu berat. Konsep 2x penyaringan yang diusung Tropical menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas minyak agar nutrisi alaminya tetap terjaga.
Sejak hadir pada 1998, Tropical konsisten menghadirkan minyak goreng dengan standar kualitas tersebut. Kini dengan kemasan botol PET yang 100% mudah didaur ulang, brand ini juga mulai mengarah pada pilihan yang lebih ramah lingkungan.
