URstyle

Parade Karya Desainer Legendaris Indonesia Tutup Gelaran Ramadan Runway 2026

Urbanasia, Selasa, 31 Maret 2026 20.54 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Parade Karya Desainer Legendaris Indonesia Tutup Gelaran Ramadan Runway 2026
Image: Karya desainer legendaris Indonesia dipamerkan dalam penutupan Ramadan Runway 2026. (Urbanasia)

Jakarta - Ada yang berbeda dari penutupan Ramadan Runway 2026 tahun ini. Bukan hanya soal gemerlap runway atau deretan koleksi terbaru, tetapi juga momen reflektif yang membawa kembali ingatan pada jejak para desainer legendaris Indonesia.

Selama hampir satu bulan, gelaran hasil kolaborasi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia DKI Jakarta dan Kota Kasablanka ini menghadirkan lebih dari 70 peserta pameran. Acara ini mencatatkan capaian omzet sebesar Rp7,9 Miliar.

Angka tersebut memang sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun di balik itu, ada gambaran yang lebih besar tentang daya tahan industri fashion di tengah tekanan global.

Ketua APPMI DKI Jakarta, Dana Duriyatna, menyebut kondisi geopolitik global turut memengaruhi perilaku belanja masyarakat. 

“Penurunan omzet tak jauh dari tahun sebelumnya menandakan industri kreatif, khususnya fashion, masih menggeliat,” katanya dalam penutupan Ramadan Runway 2026, Minggu (29/3/2026). 

Menurutnya, capaian ini tetap menjadi sinyal optimisme bahwa sektor fashion masih punya kontribusi besar terhadap perekonomian, termasuk dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dari industri kreatif.

Namun sorotan utama justru hadir di malam penutupan. Alih-alih menampilkan koleksi terbaru, panggung Ramadan Runway 2026 berubah menjadi ruang penghormatan bagi para desainer legendaris Indonesia.

Nama-nama seperti Hengki Kawilarang, Handy Hartono, Sikie Purnomo, hingga Ramli dihadirkan kembali melalui karya-karya mereka yang ditampilkan di atas runway.

Parade ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga pengingat bahwa industri fashion Indonesia dibangun dari warisan panjang para perancang yang pernah memberi warna kuat pada zamannya.

Upaya tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus cara menjaga agar karya para desainer tidak hilang ditelan waktu. Bahwa di balik gemerlap industri saat ini, ada legacy yang tetap perlu dirawat dan dikenang.

Selain fashion show, Ramadan Runway 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas lain yang memperkaya pengalaman pengunjung. Mulai dari workshop, kompetisi desainer, pop market, hingga sesi berbagi yang menggabungkan gaya hidup, kreativitas, dan refleksi spiritual.

Penampilan musisi seperti Fabio Asher hingga Nabila Taqiyyah turut menambah atmosfer perayaan yang terasa lengkap, menjadikan acara ini bukan hanya soal fashion, tetapi juga ruang berkumpulnya berbagai ekspresi kreatif.

Di ujung rangkaian acara, Ramadan Runway 2026 tidak hanya menutup sebuah gelaran tahunan, tetapi juga meninggalkan pesan yang lebih dalam. 

Bahwa industri fashion Indonesia tidak hanya bergerak ke depan, tetapi juga perlu sesekali menoleh ke belakang, mengingat siapa saja yang telah membangun fondasinya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait