Pasar Luxury Tak Lagi Didominasi Generasi Mapan, Gen Z pun Mulai Ambil Peran

Jakarta - Dulu, produk luxury, seperti tas dan sepatu branded itu identik dengan kalangan mapan dan generasi yang sudah berada di fase finansial stabil. Namun hari ini, peta itu mulai berubah.
Pelan tapi pasti, generasi muda, terutama Gen Z, mulai masuk ke pasar yang selama ini dianggap eksklusif. Bukan sekadar ikut tren, tetapi benar-benar hadir sebagai konsumen dengan daya beli sendiri.
“Sudah, Gen Z sudah masuk market luxury. Para Gen Z itu sudah punya uang, bukan dari minta orang tua, tapi mereka sudah pintar dan mudah mendapatkan pendapatan,” ujar Marisa Tumbuan, Founder Irresistible Bazaar sekaligus Owner GINGER LUXTHINGS, saat ditemui Urbanasia di Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026).
Fenomena ini tidak lepas dari perubahan cara generasi muda menghasilkan uang. Kehadiran berbagai peluang baru seperti content creator, afiliator, hingga reseller membuka jalan bagi Gen Z untuk mandiri secara finansial lebih cepat.
Namun yang menarik, perubahan ini tidak hanya soal siapa yang membeli, tapi juga bagaimana mereka membeli.
Di tengah kondisi ekonomi yang cenderung menantang, Marisa menyebut konsumen kini lebih selektif. Keputusan membeli produk luxury tidak lagi semata didorong oleh keinginan sesaat, tetapi juga pertimbangan jangka panjang, termasuk nilai investasi dari sebuah produk.
Tren produk pun ikut bergeser. Jika sebelumnya item dengan logo besar menjadi daya tarik utama, kini banyak konsumen justru mencari produk yang lebih kasual, simpel, dan mudah dipakai dalam berbagai situasi.
Perubahan perilaku ini terlihat langsung di lapangan, salah satunya melalui Irresistible Bazaar yang kembali digelar di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, pada 29 April hingga 3 Mei 2026.
Irresistible Bazaar @Lippo Mall Puri. (Urbanasia)
Menghadirkan 56 tenant kurasi, bazaar ini menawarkan beragam produk luxury preloved, perhiasan, hingga fashion internasional yang menyasar konsumen dengan preferensi yang semakin beragam.
Menariknya, Jakarta Barat kini menjadi salah satu kawasan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan untuk pasar ini. Kawasan seperti Puri dan sekitarnya berkembang menjadi pusat gaya hidup baru dengan komunitas konsumen yang terus tumbuh.
“Pasar Jakarta Barat sangat bagus untuk Irresistible Bazaar. Menurut aku secara market sih merata ya bagusnya di Jakarta,” kata Marisa.
Irresistible Bazaar sudah berlangsung selama 11 tahun. Selama itu, bazar ini punya strategi khas yaitu berpindah lokasi setiap bulannya, yang umumnya di kawasan Jakarta.
Menurut Marisa, menilai strategi berpindah lokasi ini menjadi cara untuk mendekatkan diri dengan konsumen, terutama di tengah perubahan pola belanja yang kini lebih berhati-hati.
Meski kondisi ekonomi membuat ritme belanja melambat, minat terhadap produk luxury tidak benar-benar hilang. Yang berubah hanyalah cara konsumen menentukan prioritas.
Di sisi lain, kepercayaan tetap menjadi fondasi utama dalam pasar ini. Dalam kategori preloved yang sensitif terhadap isu keaslian, reputasi dan konsistensi seller menjadi faktor penentu bagi konsumen untuk bertransaksi.
Selama lebih dari satu dekade, Irresistible Bazaar membangun ekosistem tenant terpercaya yang terus berulang hadir, menciptakan rasa aman sekaligus loyalitas dari pembeli.
Masuknya Gen Z ke pasar luxury pada akhirnya bukan sekadar tren sesaat, tetapi sinyal perubahan yang lebih besar. Bahwa kini, produk premium tidak lagi hanya milik generasi lama, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin inklusif dan dinamis.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Butik Tas Preloved di Jakarta
Rangkaian kemeriahan Irresistible BazaarMall Puri juga akan dibuka dengan program regular bulanan yaitu kampanye Wellness & Mindfulnes bersama anggota komunitas dan pelanggan setia berupa aktivasi Mat Pilates Bersama Coach Misyel.
Kegiatan ini diadakan di Main Atrium GF Lippo Mall Puri dengan mengajak 20 orang anggota komunitas serta partner tenant pada Rabu dan Kamis, 29 – 30 April 2026.
