Penurunan Hormon Terjadi Sejak Muda, Ganggu Kualitas Hidup Pria!

Jakarta - Penurunan hormon pada pria ternyata tidak hanya terjadi di usia lanjut, tetapi sudah mulai berlangsung sejak usia muda dan berperan besar terhadap berbagai gangguan kesehatan.
Masalahnya, kondisi ini kerap luput disadari karena gejalanya muncul perlahan dan sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau dampak stres.
Andrologist dan Seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, menjelaskan bahwa perubahan hormon merupakan faktor utama proses penuaan dan prosesnya terjadi sejak usia muda.
“Perubahan level hormon mulai terjadi pada usia muda. Manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan hormon berkurang karena manusia menjadi tua. Ini yang sering keliru dipahami,” ujarnya dalam pembukaan Klinik Pratama Steros di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Prof Wimpie menjelaskan, penurunan kadar testosteron pada pria berdampak luas, tidak hanya pada fungsi reproduksi, tetapi juga metabolisme tubuh.
Kondisi ini dapat memicu peningkatan lemak visceral, gangguan kolesterol dan gula darah, tekanan darah tinggi, hingga inflamasi kronis yang berujung pada penyakit kardiovaskular.
Data World Health Organization (WHO) dan Global Burden of Disease (GBD) mencatat penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbesar di dunia.
Pada 2022, sebanyak 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit ini, dengan mayoritas disebabkan serangan jantung dan stroke. Penurunan hormon, khususnya testosteron, disebut turut berkontribusi terhadap risiko tersebut.
Secara klinis, proses penuaan akibat hormon terbagi dalam beberapa fase. Pada usia 25–35 tahun, penurunan hormon mulai terjadi secara subklinis.
Memasuki usia 35–45 tahun, kadar hormon dapat menurun hingga 25 persen, dan pada usia di atas 45 tahun, gejalanya semakin nyata. Kondisi ini dikenal sebagai Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) hingga Late-Onset Hypogonadism (LOH).
“Penurunan testosteron dapat mengganggu kenyamanan hidup pria, mulai dari kelelahan, perubahan suasana hati, hingga gangguan emosional yang memengaruhi pengambilan keputusan,” kata Prof. Wimpie.
Steros Men’s Health & Anti-Aging Clinic Jadi Solusi
Pembukaan Klinik Pratama Steros di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. (Urbanasia)
Di tengah tuntutan karier, bisnis, dan relasi sosial yang semakin kompleks, keseimbangan hormon menjadi fondasi penting bagi kesehatan fisik dan mental pria. Kesadaran inilah yang mendorong lahirnya pendekatan layanan kesehatan pria yang lebih personal dan preventif.
Menjawab tantangan tersebut, Steros Men’s Health & Anti-Aging Clinic resmi hadir di Jakarta sebagai klinik yang fokus pada kesehatan dan anti-aging pria. Klinik ini mengedepankan pendekatan medis berbasis evaluasi hormon dan pencegahan jangka panjang.
Founder Klinik Pratama Steros, dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM), mengatakan kliniknya hadir untuk mengubah cara pandang terhadap kesehatan pria.
“Kami ingin kesehatan pria tidak hanya dilihat sebagai pengobatan, tetapi sebagai upaya menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.
Steros menawarkan layanan pengelolaan keseimbangan hormon serta perawatan anti-aging berbasis medis untuk membantu pria tetap produktif, sehat, dan percaya diri di masa prime.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pria memahami kondisi tubuhnya lebih dini, sebelum gangguan kesehatan berkembang lebih jauh.
Dengan meningkatnya kesadaran akan peran hormon terhadap kualitas hidup, kesehatan pria kini mulai dipandang sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat, bukan lagi sekadar isu personal yang tabu untuk dibicarakan.
