Ruang Baru bagi Fashion Lokal untuk Merayakan Cerita dan Karya

Jakarta - Perkembangan fashion lokal di Indonesia tidak hanya soal produk yang menarik secara visual. Konsumen kini semakin peduli pada cerita, proses kreatif, dan nilai yang melekat di balik setiap karya.
Dari kebutuhan inilah muncul ruang-ruang baru yang menawarkan pengalaman berbelanja dengan pendekatan yang lebih personal dan bermakna. Salah satunya The Canopy Room, yang hadir sebagai destinasi multi-brand yang mengusung perspektif berbeda dalam lanskap fashion lokal.
Tidak hanya berfungsi sebagai retail space, The Canopy Room dirancang sebagai wadah yang mempertemukan desainer independen, brand kontemporer, dan komunitas kreatif dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Setiap brand yang dihadirkan dikurasi secara selektif. Kurasi tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga nilai, proses kreatif, serta cerita di balik setiap karya. Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa fashion merupakan medium ekspresi yang hidup dan terus berkembang.
Filosofi “kanopi” dihadirkan sebagai simbol ruang teduh tempat ide, kreativitas, dan kolaborasi dapat tumbuh bersama. Di bawah satu atap, pengunjung diajak mengenal lebih dekat karya para desainer lokal, baik yang sedang merintis maupun yang telah mapan, dengan visi yang sejalan dalam menciptakan karya yang memiliki makna.
Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, menyampaikan bahwa ruang ini dibangun untuk lebih dari sekadar menjual produk.
“Melalui The Canopy Room, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjual produk tetapi membangun ekosistem apresiasi terhadap proses kreatif,” kata Anita dalam peluncuran The Canopy Room di ASHTA District 8, Jumat (16/1/2026).
The Canopy Room menyasar perempuan urban berusia 25–45 tahun. Dengan begitu pengalaman berbelanja yang ditawarkan terasa lebih relevan dengan gaya hidup kontemporer.
Kurasi yang matang memungkinkan konsumen menemukan produk fashion berkualitas dengan sentuhan eksklusif, sekaligus menjembatani aksesibilitas mass-market dengan nilai craftsmanship yang autentik.
Lebih jauh, ruang ini juga diposisikan sebagai tempat bertemunya komunitas. Dialog kreatif, pertukaran ide, hingga kolaborasi lintas disiplin diharapkan tumbuh secara organik sebagai bagian dari dukungan terhadap industri fashion lokal yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan sejumlah brand pilihan seperti Renoa, Objects of Bentala, Rona Studio, Dare Label, Isoos Studio, Saint x Sinner, Merlot, dan Aloes turut memperkaya koleksi yang dihadirkan, memadukan gaya, kualitas, dan estetika khas industri fashion dan lifestyle lokal.
