URstyle

Talun, Pasar Lawas yang Sarat Nilai Sejarah di Kota Malang

Nunung Nasikhah, Senin, 28 Oktober 2019 20.45 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Talun, Pasar Lawas yang Sarat Nilai Sejarah di Kota Malang
Image: Pasar Talun, Pasar Era Kolonial yang masih hidup hingga sekarang. (Instagram @kampoengkajoetangan)

Malang - Tak disangka, ditengah padatnya pemukiman penduduk Kajoetangan, Kota Malang masih ada sebuah pasar lawas yang sarat nilai sejarah.

Tepat di wilayah RW 1 Kelurahan Kauman berdirilah Pasar Talun. Pasar lama era kolonial yang terdiri dari tiga los yang menempati area kurang lebih 50×30 meter persegi yang terdiri dari 40 bedak.

Dan kini, Pasar Talun yang bernilai sejarah tinggi ini akan disulap menjadi Pasar Krempyeng. Selama ini, pasar Talun aktivitasnya ramai di pagi hari untuk aktivitas jual beli sayur serta kebutuhan dapur. Di samping itu, tiap Rabu juga digelar pasar Reboan.

Setelah ini, aktivitasnya menjadi Pasar Krempyeng, pasar yang menjual ragam macam jajan tradisional dan kuliner khas kampung serta jualan kebutuhan sehari-hari. Tak ketinggalan barang bekas dan antik yang memang selalu menjadi ciri khas kampung ini.

Baca juga: ‘Darah Biru Arema 2’, Film Lokal dari Malang yang Berjuang untuk Go Nasional

Kampung Kajoetangan ini merupakan Kampung Heritage yang sangat bersejarah. Di dalam kampung ini masih berdiri kokoh puluhan bangunan rumah kuno. Kampung ini masuk dalam area pengembangan koridor Kayutangan sebagai salah satu kawasan cagar budaya.

Pasar Krempyeng Kajoetangan yang telah dibuka pada Minggu (27/10) ini untuk memfungsikan kembali pasar tradisional. Pasar ini rencananya akan diaktifkan tiap bulan sekali dan setelah itu, untuk tahun depan bisa aktif tiap seminggu sekali.

Ketua Pokdarwis Kajoetangan Rizal Fahmi menyampaikan bahwa Pasar Krempyeng ini untuk memperkenalkan produk kuliner olahan makanan dan jajanan yang banyak, mulai dari makanan tradisional sampai yang modern semua ada di Kayutangan.

Pembukaan Pasar Krempyeng ini dibuka dengan sajian tari Topeng Malang yakni tarian Topeng Sabrang dan Topeng Bapang Joyosentiko dari Kampung Budaya Polowijen. Yang tak kalah seru juga yakni hiburan musik keroncong untuk memanjakan telinga para pengunjung.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait