Hot News

Bandung- Dalam massa yang berkumpul depan DPRD Bandung, Selasa 24/9 ini ada banyak bagian masyarakat yang berpartisipasi. Dalam ribuan orang, dominasi mahasiswa dan jaket almamaternya sangat terasa.

Mereka memiliki tujuan sama: mengkritik DPR serta jajaran pemerintah tentan undang-undang yang makin kacau, berpusat pada RUKHP dan UU KPK terbaru. Selain jajaran mahasiswa, tuntutan massa demo juga termasuk aspirasi dan suara para perempuan di Indonesia.

Salah satunya diwakilkan oleh Nadya, mahasiswi dari Unpad yang menyuarakan kegelisahannya soal posisi perempuan dalam perlindungan hukum. Lemahnya posisi perempuan di bawah payung hukum Indonesia menjadi kritikannya pada pemerintah.

“Saya berharap hukum di Indonesia itu nggak tajam ke vagina dan tumpul ke penis. Seolah hukum Indonesia mengesampingkan hak perempuan. RUUPKS juga nggak dikunjung disahkan,” ujarnya saat ditanyai Urbanasia.

Baca Juga: Unjuk Rasa Masih Berlangsung, Mahasiswa Penuhi Kawasan GBK Sambil Teriakan Yel-yel

Hal yang jadi sorotan adalah salah satu pasal dalam RUKHP yang membahas soal aborsi pada perempuan. Tertuang dalam pasal 251, 470, 471, dan 472 soal Aborsi/Penguguran Kandungan.

“Jadi perempuan di Indonesia ini sudah terkekang oleh budaya patriarki. Dengan adanya RUKHP baru ini, perempuan makin terkekang lagi,” tutup Nadya.

Beberapa sosok perempuan yang mewakilkan aspirasi dan kegelisahan yang sama juga terlihat berorasi di depan massa yang ada. Hal-hal yang ditekankan di sana adalah perlindungan bagi perempuan di bawah hukum. Semoga aspirasi dan pendapat dari rakyat ini segera didengar, ya!


Loading ..