beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Suhu Surabaya Turun 2 Derajat, BMKG: Ini Sangat Fenomenal

Nivita Saldyni,
lebih dari 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Suhu Surabaya Turun 2 Derajat, BMKG: Ini Sangat Fenomenal
Image: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Senin (24/2/2020). (Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Urbanreaders tau gak sih kalau suhu di Kota Surabaya saat ini mengalami penurunan sebesar dua derajat celsius?

Hal ini dipaparkan Wali Kita Surabaya, Tri Rismaharini saat bertemu dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati beserta jajarannya, Senin (24/2/2020) lalu di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.

Jika di awal masa jabatannya suhu Kota Surabaya 30 - 31 derajat celsius, kini suhu Kota Pahlawan mencapai 28 - 29 derajat celsius lho.

Risma mengaku bahwa suhu di Surabaya memang semakin membaik sejak pembangunan ruang-ruang terbuka hijau (RTH) makin gencar, mulai dari taman, hutan kota, jalur hijau, dan masih banyak lainnya.

"RTH ini terus ditambah, sampai suatu saat nanti suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat Celsius," kata Risma.

Baca juga: BMKG Sedang Siapkan Alat Pendeteksi 3 Menit Sebelum Gempa

Ia pun menegaskan akan terus menambah RTH hingga mencapai 30 persen dari luas wilayah kota. Caranya yaitu dengan mengubah lahan-lahan kosong dan sempadan sungai menjadi taman.

"Target kami memang 30 persen luas wilayah Surabaya terdiri dari RTH untuk publik, supaya terus turun suhunya," imbuh Risma.

Sementara data Pemkot Surabaya di 2018 menunjukkan luas RTH di Surabaya mencapai 7.290 hektare atau 21,79 persen dari luas wilayah Kota Surabaya.

Total wilayah itu terdiri dari RTH lapangan dan stadion 355,91 hektare, RTH makam 283,53 hektare, RTH dari fasilitas umum dan fasilitas sosial permukiman 205,50 hektare, RTH telaga atau waduk atau bozem 192,06 hektare, RTH kawasan lindung 4.548,59 hektare, RTH hutan kota 55,81 hektare, serta RTH taman dan jalur hijau 1.649,10 hektare.

"Jumlah ini semakin banyak di tahun 2019 hingga saat ini, karena kami terus mengembangkan ruang terbuka hijau itu," pungkasnya.

Baca juga: Jakarta Banjir, #AniesTenggelamkanDKI Trending Twitter

Pencapaian ini pun mendapat pujian dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Menurutnya, hal itu adalah hasil dari upaya mitigasi dampak perubahan iklim yang telah dilakukan Pemkot Surabaya.

"Ini sesuatu yang sangat fenomenal dan benar-benar langka apabila kita cari di belahan bumi mana pun sehingga ini perlu diapresiasi setinggi-tingginya," kata Dwikorita di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Senin lalu.

Keberhasilan Surabaya ini menurut Dwikorita bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

"Harus banyak orang yang belajar dari sini. Ini penghargaan kepada Bu Wali Kota yang telah sukses beradaptasi dalam mengatasi perubahan iklim global. Ternyata rahasianya sudah dibongkar juga tadi, yaitu penghijauan, penghijauan, dan penghijauan," kata Dwikorita.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait