URtech

8 Tahun Bareng, EVOS dan Pop Mie Perkuat Ekosistem Esports Indonesia

Urbanasia, Jumat, 27 Februari 2026 23.23 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
8 Tahun Bareng, EVOS dan Pop Mie Perkuat Ekosistem Esports Indonesia
Image: Press conference 8 tahun kemitraan Pop Mie dan Evos dalam mendukung ekosistem esport di Indonesia. (Urbanasia)

Jakarta - Selama delapan tahun terakhir, kolaborasi antara EVOS dan Pop Mie bukan cuma soal logo di jersey atau campaign musiman. Lebih dari itu, kerja sama ini perlahan membentuk fondasi penting dalam ekosistem esports Indonesia, dari level kampus sampai komunitas daerah.

Memasuki 2026, keduanya menegaskan komitmen untuk terus tumbuh bersama generasi muda gamer Tanah Air. 

Perayaan delapan tahun kolaborasi ini digelar di Topgolf Jakarta Selatan lewat sesi panel talkshow yang menghadirkan Cahya Wahyuni Kusuma selaku Managing Director EVOS, Antonius Pandu sebagai Senior Brand Manager Pop Mie, serta EVOS Nadse dan EVOS Rhea.

Dalam kesempatan tersebut, Cahya menegaskan bahwa hubungan ini bukan sekadar bisnis. Menurutnya, Pop Mie sudah memberikan kepercayaan besar kepada EVOS untuk memiliki visi bersama dalam menginspirasi generasi muda esport untuk meraih mimpi. 

“Saya melihat ini bukan hanya hubungan bisnis, tetapi perjalanan tak terbatas, seperti simbol infinity dalam angka delapan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026). 

Dari Aktivasi Kampus ke Komunitas Daerah

Salah satu bukti nyata kolaborasi ini adalah hadirnya Pop Mie Campus Gaming Ground, program turnamen dan aktivasi offline yang menyambangi berbagai universitas seperti Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, hingga Universitas Mercu Buana.

Bukan cuma jadi ajang kompetisi, program ini membuka ruang diskusi, edukasi, hingga networking bagi mahasiswa yang ingin serius di industri esports. Pendekatannya jelas: membangun ekosistem dari akar rumput.

Tahun 2026, jangkauannya diperluas. Campus Gaming Ground akan hadir ke lebih banyak kota di luar Jakarta, membawa format yang lebih interaktif, mulai dari talkshow inspiratif, turnamen esports, meet & greet talent, hingga pengalaman komunitas yang lebih intim.

Tak berhenti di kampus, EVOS dan Pop Mie juga menghadirkan inisiatif turnamen komunitas di sejumlah kota strategis dengan ekosistem esports aktif. Ini jadi ruang kompetitif sekaligus tempat nongkrong produktif bagi gamer lokal yang ingin naik level.

Menurut Antonius Pandu, delapan tahun ini adalah bukti konsistensi dua brand dalam membangun komunitas.

“Bersama EVOS, kami telah berhasil membangun dan memperkuat ekosistem esports di Indonesia. Kolaborasi ini bukan hanya pencapaian, tetapi cara merayakan sukses bersama dalam membangun komunitas yang kuat,” katanya.

Kolaborasi Lintas Industri: Esports, FMCG, dan Seni

Menariknya, kolaborasi ini juga merambah ke ranah kreatif. Pada tahun 2026 ini, EVOS dan Pop Mie menggandeng seniman lokal Arkiv Vilmansa untuk menghadirkan merchandise hoodie eksklusif dengan karakter khas masing-masing pihak.

Langkah ini menunjukkan bahwa ekosistem esports tak berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan lifestyle, fashion, hingga seni visual, membuat gaming semakin relevan di kultur anak muda urban.

Selama delapan tahun, EVOS dan Pop Mie membuktikan bahwa kolaborasi brand dengan tim esports bisa melampaui sekadar sponsorship. Ada investasi jangka panjang pada komunitas, regenerasi talenta, hingga penciptaan ruang aman bagi gamer untuk berkembang.

Dengan rencana ekspansi aktivasi kampus dan komunitas di 2026, langkah ini terasa makin solid: membangun ekosistem yang berkelanjutan, bukan sekadar hype sesaat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait