Belajar Bahasa Bugis Bisa Lebih Mudah dengan Aplikasi Ini

Malang - Belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman, Perancis dan Mandarin bisa jadi sangat mudah dengan adanya aplikasi yang mudah diakses pada gadget. Tapi untuk bahasa daerah semacam bahasa Bugis ada nggak ya?
Eits, jangan khawatir! Sekarang ini ada aplikasi bernama Lontara-Augmented Reality (Lontara-AR), guys. Aplikasi ini merupakan penunjang belajar aksara lontara yang merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis dari wilayah Sulawesi Selatan.
Penemunya adalah Muhammad Hasbi, salah satu mahasiswa Magister Ilmu Komputer (S2) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB).
Lontara ini dibuat dengan memanfaatkan teknologi AR, yaitu teknologi interaktif yang memungkinkan penggunanya mampu mengalami penampakan lingkungan fisik dunia nyata yang ditampilkan bersama penampakan digital tiga dimensi (3D).
Kata Hasbi, ia kepikiran ide membuat aplikasi ini karena adanya kurikulum yang mengharuskan para pelajar di Sulawesi Selatan untuk belajar bahasa Bugis dan aksara lontara pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca Juga:Wah, FDGBI Ajukan Bahasa Indonesia-Melayu Jadi Bahasa Ilmiah Internasional
Beberapa sekolah mengaku kesulitan dalam mengajarkan aksara lontara kepada siswanya dikarenakan huruf yang digunakan tidak familiar dan tidak sama dengan huruf alphabet yang biasa dipakai sehari-hari.
Oleh karena itu, dibuatlah aplikasi ini oleh Hasbi sebagai alat bantu pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam mempelajari aksara lontara dan bahasa Bugis.
"Pemerintah Sulawesi Selatan memang mewajibkan mata pelajaran aksara lontara dan bahasa bugis pada materi muatan lokal untuk siswa SD sampai SMA. Tujuannya agar bahasa lokal ini tidak sampai punah," ujar Hasbi.
Aplikasi Lontara-AR ini terdiri dari software dan alat pendukung yang penggunaannya saling melengkapi. Alat pendukung Lontara-AR berupa kumpulan kartu yang berisi QR Code khusus.
QR Code tersebut jika digabungkan penggunaannya dengan software Lontara-AR pada mobile device yang bisa menampilkan penampakan 3D dari 23 huruf yang terdapat di aksara lontara. Juga sekaligus menunjukkan bagaimana cara penulisan serta penggunaan kata dalam bahasa bugis.
Selain itu, dalam aplikasi lontara ini juga terdapat lima menu utama yang disajikan seperti menu belajar, diskusi, tabel, latihan dan sejarah.
Baca Juga: Perpres Penggunaan Bahasa Indonesia Diberlakukan, Kota Medan Langsung Data Nama Bangunan
Alat dukung kartu bisa digunakan saat mengakses menu belajar dan menu diskusi. Pada menu belajar alat pendukung digunakan untuk melihat bentuk huruf, cara penulisan dan pelafalannya.
Sementara pada menu diskusi, alat pendukung digunakan untuk menampilkan objek atau benda yang penulisannya menggunakan salah satu aksara lontara.
Hasbi mengatakan, aplikasi ini sudah dapat diunduh secara gratis di google playstore. Sementara, untuk alat bantu dapat dibeli secara terpisah dengan harga yang cukup terjangkau.
"Untuk kartunya memang kami jual tapi harganya tidak mahal, hanya sebagai ongkos pengganti cetak kartu. Sudah kami coba jika kartu ini difotocopy atau digandakan biasa maka tampilan AR tidak akan bisa muncul saat digunakan, karena kartu ini memang dibuat khusus," tandas Hasbi.
Aplikasi ini juga telah diujicobakan pada 90 siswa dari 3 sekolah dasar yang ada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Hasilnya terdapat peningkatan yang signifikan pada kecepatan kemampuan pemahaman siswa dalam mempelajari aksara lontara lho. Keren, nih!
Selain itu, para guru juga merasa terbantu dengan aplikasi ini karena penyampaian materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi peserta didiknya.
Bahkan, keberadaan aplikasi ini juga menarik perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang berencana menjalin kerjasama terkait penyediaan aplikasi ini diseluruh sekolah dasar yang ada di Kabupaten Maros.
