URtech

Optimalisasi Rantai Pasok Berbasis Data Jadi Bahasan Utama di KAE 2026

Urbanasia, Selasa, 21 April 2026 22.07 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Optimalisasi Rantai Pasok Berbasis Data Jadi Bahasan Utama di KAE 2026
Image: Para narasumber dalam forum Kalbe Analytics Expo 2026 yang digelar di Jakarta Design Center. (Kalbe)

Jakarta – Di tengah tekanan pasar yang makin dinamis, perusahaan dituntut bergerak lebih cepat dan presisi, terutama dalam mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir. 

Pemanfaatan data pun kini jadi fondasi penting untuk memastikan setiap proses berjalan efisien sekaligus mampu mengantisipasi risiko.

Isu ini menjadi salah satu fokus utama dalam Kalbe Analytics Expo 2026 (KAE 2026). Forum ini menghadirkan pelaku industri, praktisi data, hingga teknologi untuk membahas strategi optimalisasi supply chain berbasis data dari produksi hingga distribusi.

“Data adalah kunci membangun rantai pasokan yang tangguh dan adaptif di tengah berbagai perubahan pasar global,” kata Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Sie Djohan, saat membuka KAE 2026 di JDC, Selasa (21/4/2026). 

Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat memungkinkan setiap elemen dalam rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi, berjalan lebih terukur dan tepat waktu. 

Pendekatan ini juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih strategis di tengah kompleksitas bisnis saat ini. Dalam KAE 2026, berbagai perspektif dari pelaku industri turut dihadirkan. 

General Manager Enterprise Customer Solution Management Telkomsel sekaligus Ketua Dewan Transformasi Digital Industri (WANTRII) Fadli Hamsani menyoroti pentingnya real-time data dalam menciptakan sistem peringatan dini, sehingga pelaku usaha tidak lagi bersifat reaktif saat terjadi gangguan operasional.

Sementara itu, Chief Operating Officer SIRCLO Dr. Danang Cahyono membahas bagaimana data berperan sebagai penghubung antara proses produksi, pergudangan, hingga pengiriman. 

Danang menyebutkan, integrasi data yang baik mampu mengurangi hambatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh.

Di sisi lain, CEO MOSTRANS Dr. Berty Argiyantari mengulas strategi pemanfaatan data secara end-to-end untuk mengatasi tantangan distribusi. Pendekatan berbasis analisis prediktif disebut dapat menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok.

Diskusi dalam KAE 2026 juga diperkuat melalui sesi mini stage yang menghadirkan para praktisi data dan teknologi. Mereka membagikan berbagai praktik terbaik terkait integrasi sistem, pengelolaan data yang akurat, hingga pemanfaatannya untuk mendukung keberlanjutan bisnis.

Melalui forum ini, KAE 2026 menegaskan bahwa data kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan elemen utama dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh, efisien, dan siap menghadapi perubahan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait