5 Fakta Tersembunyi Soal Oto Iskandar Di Nata, Pahlawan Asal Bandung

Bandung - Bicara soal pahlawan, ada banyak pahlawan berasal dari Tanah Priangan.
Beberapa di antaranya selalu dikenang hingga saat ini berkat perjuangannya. Salah satunya adalah Djoeanda Kartawidjaja.
Buat warga kota kembang, nama “Oto Iskandar Di nata” ini pasti sudah nggak asing. Yap, nama sang pahlawan diabadikan pada sebuah jalan terkenal di Bandung, Jl. Otista yang merupakan singkatan dari namanya.
Ia ini memiliki sejarah panjang tentang perjuangannya bagi Indonesia.
Ada beberapa fakta yang nggak banyak diketahui publik soal pahlawan yang lahir di Soreang Bandung ini. Yuk simak ada apa aja!
- Misteri Kematian Oto Iskandar Di Nata yang Masih Misterius
Kematian sang pahlawan sesungguhnya masih menyisakan misteri. Hal ini menjadi faktor mengapa Oto Iskandar Di Nata kurang dikenal banyak orang atas perjuangannya.
Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan di Medan, Masyarakat Diajak Mengheningkan Cipta 1 Menit
Nggak banyak yang tahu secara jelas mengenai sosok yang dijuluki Si Jalak Harupat ini.
Misteri kepergiannya yang paling dikenal adalah saat ia diculik oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Laskar Hitam Tangerang.
Namun, hal ini nggak lantas mengungkap bagaimana ia dibunuh atau dimana jenazahnya dikubur.
Hal ini membuat seorang peneliti bernama Iip Dzulkifli Yahya mengungkapkannya pada sebuah buku Oto Iskandar Di Nata : The Untold Stories.
- Gambar yang Beredar Bukanlah Autentik
Gambar wajah Oto Iskandar Di Nata dicetak di atas uang pecahan Rp20.000. hal ini tentu merupakan penghargaan atas jasa-jasa kepahlawanannya.
Namun, foto yang ada dalam uang tersebut dan foto yang kini tersebar di dunia maya ternyata nggak autentik.
Menurut keterangan Iip, ada gambar yang beredar kini, hanya nampak satu buah tahi lalat di wajahnya. Padahal Oto Iskandar Di nata memiliki dua tahi lalat di wajahnya, lho.
Tahi lalat ini berada di atas alis sebelah kiri dan alis sebelah kanan.
Wajah autentik Oto ini menurut Iip dapat ditemukan dalam dokumen video yang dimiliki NICA.
Dalam video yang berjudul “Nampo Hodo No.20” itu wajah Oto terlihat dengan jelas.
- Oto Memiliki Hubungan Erat dengan Persib
Oto ternyata memiliki hubungan erat dengan Persib Bandung yang didirikan tahun 1933 silam.
Ia ternyata merupakan salah satu pendirinya. Iip menyebutkan bahwa di awal pendirian, Oto menjabat sebagai wakil ketua sedangkan ketua Persib dijabat oleh Anwar Sutan Pamuncak.
Keterlibatan Oto dalam pendirian Persib dilakukan sebagai alat perjuangan. Sebab saat itu, pertandingan sepak bola sudah lumrah dijadikan sebagai alat perjuangan.
Kala itu, Belanda sangat membatasi gerak langkah tokoh-tokoh perjuangan.
Keterlibatan Oto dengan Persib pun dimanfaatkan sebagai alat perjuangan. Saat itu, untuk menutupi rapat-rapat penting, para tokoh perjuangan ikut menjadi pengurus sepak bola.
Dalam setiap pertandingan, biasanya mereka menggelar rapat untuk menentukan strategi perjuangan, lho.
- Pernikahannya Dimuat Dalam Media
Oto menikahi sang istri, Raden Ajeng Sukirah pada 1923 lalu. Pernikahan ini pun dipublikasikan dalam sebuah koran beraliran komunis.
Ia menyadari bahwa perjuangan ini akan sangat terbatas jika nggak didukung media. Oleh karena itu, ia pun sering menulis dan mengelola beberapa media. Media tersebut adalah Majalah Prajurit, Majalah Sipatahunan, dan Majalah Tjahaya.
Baca Juga: Resmi! Jokowi Sematkan Gelar Pahlawan Nasional pada KH Masjkur
- Terlibat Dalam Kelahiran Naskah Proklamasi
Nggak banyak yang tahu nih kalau Oto ternyata berkontribusi dalam lahirnya naskah Proklamasi.
Dari keterangan Iip, berdasarkan keterangan BM Diah yang memungut naskah Proklamasi dari tempat sampah, Oto menjadi orang yang mengusulkan frasa ‘pemindahan kekuasaan’ yang menggantikan frasa ‘penyerahan kekuasaan’.(*)
