URtrending

Aksi Komplotan Jambret Surabaya, Bermodus Akun Palsu Cewek Cantik di Facebook

Nivita Saldyni, Rabu, 20 November 2019 09.28 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Aksi Komplotan Jambret Surabaya, Bermodus Akun Palsu Cewek Cantik di Facebook
Image: Humas Polsek Tanjung Perak Surabaya

Surabaya - Niat hati menipu korban dengan menjadi saksi, komplotan jambret di Surabaya malah berakhir di kantor polisi. Aksi mereka berhasil digagalkan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (19/11/2019).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto dan tim berhasil mengamankan empat tersangka, dan satu tersangka berinisial DWR di bawah umur, justru menjadi otak kejahatan ini.

“Sebenarnya yang kami tangkap ada 4 orang. Satu di antaranya masih di bawah umur dan kami titipkan di Dinas Sosial,” ujar Kapolres.

Baca Juga: Waduh, Ini Modus Baru Aksi Pencurian Saat Jalanan Macet

Mirisnya, kejahatan jalanan yang dilakukan DWR ini bukan kali pertama dilakukan. Dia juga pernah berurusan dengan hukum dengan kasus yang sama, saat usianya masih di bawah 17 tahun.

Dalam menjalankan aksi kali ini, DWR mengajak komplotannya beraksi di Jalan Kalianak Surabaya. Modus yang digunakan yaitu menggunakan akun anonim di Facebook.

Pertama-tama, dia membuat akun Facebook palsu bernama Devina dan memasang foto perempuan. Tujuannya agar korbannya tertarik dan mau diajak ketemuan.

"Setelah membuat akun palsu itu, ada korban laki-laki yang masuk perangkap. Jadi DWR ini yang mengoperasikan akun itu. Dari kenalan, sampai tukeran nomor handphone. Korban mulai tertarik kepada Devina palsu ini, langsung oleh DWR diajak ketemuan di Kalianak," kata Agus.

Setelah itu, barulah korban hendak menemui pemilik akun Devina. Sesampainya di Jalan Kalianak, DWR muncul di hadapan korban dan mengaku sebagai teman Devina. Saat itu, DWR menawarkan diri untuk mengantarkan korban bertemu Devina.

"Korban gak curiga dan mau saja. Pelaku DWR ini dibonceng oleh korban. Mereka naik motor menunju ke lokasi untuk ketemu sama Devina palsu," imbuhnya.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba korban dihadang oleh 6 orang. Mereka membawa senjata tajam dan mengancam korban agar menyerahkan motor beserta barang berharganya.

Sementara itu, DRW malah berakting dan pura-pura tak mengenal 6 orang itu, yang sebenarnya adalah komplotannya sendiri.

Korban pun masuk perangkap, ia pasrah dan menyerahkan motornya ke para pelaku. Sedangkan DWR, ia berpura-pura iba dan bersedia menemani korban ke kantor polisi untuk menjadi saksi atas kejadian tersebut.

Namun tak semudah itu mengelabui pihak kepolisian. Hingga akhirnya ia justru kembali terjerat hukum.

"Dia memainkan skenario itu. Dia berpura-pura jadi korban, terus ikut menemani korban ke kantor polisi dan bersedia jadi saksi. Di situlah terbongkar kebohongan DWR. Saat dilakukan interogasi, ada jawaban yang gak sinkron. Terlebih salah satu petugas kami mengenali DWR. Karena dia dulu kena kasus kejahatan jalanan," kata dia.

Baca Juga: Modus Baru Copet yang Wajib Diwaspadai

Karena makin curiga, pihaknya pun semakin memperdalam kasus ini. Hingga akhirnya DRW mengaku bahwa kejadian itu sebenarnya idenya.

Selain DWR, polisi mengamankan dua komplotannya yang juga sering menjambret di kawasan Kalianak Surabaya.

Sementara itu, polisi masih memburu empat pelaku lainnya. Agus mengaku, identitas keempatnya sudah teridentifikasi dan secepatnya akan diringkus.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait