URtrending

Rahasia Bahasa Walikan Khas Malang, Dulunya Sandi Para Pejuang

Nunung Nasikhah, Minggu, 10 November 2019 13.35 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Rahasia Bahasa Walikan Khas Malang, Dulunya Sandi Para Pejuang
Image: Ilustrasi Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia (Indonesia Film Center)

Malang- Buat masyarakat Jawa Timur atau sekitaran Malang, mendengar bahasa ‘walikan’ tentunya sudah sangat biasa. Bahasa dengan cara pengucucapan kata yang dibalik-balik ini memang jadi khasnya arek Malang. Seperti ‘lumayan’ menjadi ‘nayamul’, ‘kamu’ jadi ‘umak’, ‘saya’ menjadi ‘ayas’, ‘rumah’ menjadi ‘hamur’ atau ‘makan yang menjadi ‘nakam’.

Nah, tak hanya sekedar sebagai bahasa khas warga Malang nih guys. Rupanya, jika dikulik lebih jauh lagi, bahasa walikan ini memiliki sejarah pada masa perjuangan. Bahkan, bahasa ini memang sengaja dibuat sebagai sandi para pejuang semasa berperang melawan penjajah.

Menurut informasi, bahasa walikan yang menjadi bahasa khas Malang ini sudah ada sejak zaman perjuangan pahlawan Malang, Hamid Rusdi.

Asal usul bahasa ini rupanya berawal dari kata sandi yang diciptakan oleh Hamid Rusdi saat melawan Belanda di Agresi Militer II.

Baca Juga: 6 Pahlawan dari Malang yang Diabadikan Sebagai Nama Jalan

Pada saat perjuangan saat itu, menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa normal sangat beresiko. Pasalnya bahasa ini dapat dimengerti pihak musuh dan mata-mata yang ada.

Karena itulah, Hamid Rusdi menciptakan kata-kata untuk komunikasi dengan membalik susunan huruf dalam sebuah kata untuk mengirim pesan pada pasukannya. Ini adalah sebuah strategi agar rencana atau percakapannya tak dapat dipahami oleh musuh.

Sosok Hamid Rusdi sendiri adalah pejuang yang gigih dan aktif di Divisi atau Brigade IV. Termasuk juga komandan batalyon yang memiliki militansi serta kecintaan tanah air yang cukup besar.

Saat Jepang masuk ke Indonesia, mereka langsung merekrut para pemuda untuk dilatih. Salah satunya Hamid Rusdi yang bekerja sebagai sipir di penjara Lowokwaru, ditarik dalam pasukan. Kemudian dilatih menjadi tentara untuk membantu dalam melawan Amerika di Perang Dunia II.

Hamid Rusdi belajar banyak dari latihan yang diberikan oleh Jepang. Hingga saat Jepang angkat kaki dari Indonesia, Hamid sudah menjadi tentara yang terlatih. Ini jadi modal besarnya untuk berjuang mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan di Medan, Masyarakat Diajak Mengheningkan Cipta 1 Menit

Perjuangan Hamid Rusdi dimulai pasca pembacaan Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno. Ia berjuang melawan pasukan Belanda yang kembali menyerang Indonesia dalam agresi militer.

Hamid Rusdi yang sudah bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (sekarang TNI) berada di garda depan untuk memukul mundur tentara Belanda. Bahkan setelah berhasil mengusir Belanda dari Indonesia, perjuangannya masih belum berhenti.

Hamid juga kembali mengambil komando dan memimpin pasukan untuk memberantas PKI di wilayah Malang Selatan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait