Tiga Nama Penting Pengibar Bendera Merah Putih Tahun 2019 dan 1945

JAKARTA - Nama Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, Rafi Ahmad Falah dan Rangga Wirabrata Mahardika menjadi istimewa karena mereka dipercayai untuk mengemban tugas sebagai tim pengibar Sang Merah Putih pada upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Istana Merdeka hari ini (17/8).
Rayhan, Rafi dan Rangga yang secara berurutan berasal dari Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Rayhan bertugas sebagai pembentang bendera, Rafi sebagai Komandan Kelompok 8 dan Rangga sebagai pengerek bendera.
Baca Juga: Mengenal Sosok Pembawa Baki di Istana Negara, Salma El Mutaffaqiha Putri
Bila tahun 2019, tiga nama pemuda tersebut yang berkesempatan mengibarkan Sang Saka, maka di tahun 1945, ada SK Trimurti, Latief Hendraningrat dan Suhud yang menjadi pengibar bendera merah putih untuk pertama kalinya.
Dikenal sebagai SK Trimurti, Surastri Karma Trimurti adalah wanita yang berprofesi sebagai guru SD.
Lahir di Boyolali, 11 Mei 1912 SK Trimurti juga dikenal sebagai jurnalis anti-kolonial yang kritis. Namanya masuk dalam sejarah pengibar karena ia adalah saksi proses pengibaran bendera, berdiri berjejer bersama Fatmawati.
Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat adalah prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang lahir pada 15 Februari 1911, di Jakarta. Aktif berkarir di pergerakan setelah kemerdekaan, Latief pensiun dengan gelar Brigadir Jenderal.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Film Inspiratif Bertema Kemerdekaan Indonesia yang Wajib Kamu Tonton
Bernama lengkap Suhud Sastro Kusumo, Suhud bersama Latief menjadi pembentang bendera pusaka untuk pertama kalinya. Lahir di Batavia, 10 April 1925. Ia adalah sosok yang mencari tiang untuk mengibarkan bendera yang lalu ditarik oleh Latief.(*)
Dilla Sufianita
