menu
user
URtainment

Warga Korsel Ramai Bikin Petisi Hentikan Drama 'Snowdrop'

Shelly Lisdya,
15 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Warga Korsel Ramai Bikin Petisi Hentikan Drama 'Snowdrop'
Image: Drama Snowdrop. (Pinterest/Homey)

Jakarta - Warga Korea Selatan (Korsel) membuat petisi untuk menghentikan penayangan drama bertema sejarah, yang berjudul Snowdrop. Petisi tersebut meminta produksi  penayangan drama dihentikan karena distorsi sejarahnya. 

Dalam petisi tersebut, tertulis bahwa, meski berkali-kali membuktikan jika tidak ada keterlibatan Korea Utara (Korut) dalam gerakan demokratisasi, namun ada klaim jika drama ini telah menjadikan mata-mata sebagai tokoh utamanya. 

Tak hanya itu, petisi tersebut juga menuliskan tokoh-tokoh lain yang mengatasnamakan pemerintah yang disiksa dan dibunuh saat berusaha mempercantik nama badan Korea Selatan, Kementerian Keselamatan dan Perencanaan Nasional (sekarang NIS). 

"Kami harus menghentikan semua pembuatan film untuk drama ini dan menghapus semua pembuatan film yang menghina dasar negara kami. Kami meminta semua dukungan Anda," bunyi petisi seperti dikutip dari laman Koreaboo, Senin (29/3/2021).

Menanggapi hal tersebut, JTBC merilis pernyataan resmi melalui Twitter, sehingga membahas kekhawatiran tersebut. Mereka menegaskan kembali, bahwa tuduhan seputar 'Snowdrop' tidak sejalan dengan rencana produksi. 

Publik Korea secara umum telah menjadi sangat sensitif terhadap sejarah K-Drama yang mendistorsi sejarah, seperti K-Drama SBS Joseon Exorcist, menjadi drama terbaru yang diserang netizen dan pada akhirnya dibatalkan.
 
Sementara itu, drama yang dibintangi oleh aktor Jung Hae-in dan Jisoo BLACKPINK ini direncanakan tayang pada musim kedua tahun ini.

Snowdrop merupakan drama komedi hitam yang menceritakan keadaan pemilihan presiden, pada rezim rezim militer tahun 1980-an dengan menampilkan kisah cinta kedua sejoli yang menjadi korban pada saat itu.

Sementara pada tahun tersebut, merupakan tahun bersejarah bagi gerakan mahasiswa dan gerakan prodemokrasi di Korea Selatan. Lantaran mahasiswa tengah berdemo perihal penyiksaan dan pembunuhan aktivis dan mahasiswa Park Jong-chol yang ditangkap oleh pihak polisi pada 13 Januari 1987 dan menjadi sasaran penyiksaan termasuk waterboarding.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait