beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URsport

10 Negara Eropa Dukung Kampanye 'One Love' di Piala Dunia Qatar 2022

Elya Berliana Prastiti,
8 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
10 Negara Eropa Dukung Kampanye 'One Love' di Piala Dunia Qatar 2022
Image: Ban kapten One Love. (Twitter @England)

Jakarta - Inggris bersama sembilan negara Eropa lainnya mendukung kampanye ‘One Love’ di Piala Dunia Qatar 2022. Kampanye ini mempromosikan inklusi dan kesetaraan termasuk hak-hak LGBT+.

Inisiatif ‘One Love’ dibuat oleh Belanda dan didukung sembilan negara lain di antaranya, Belgia, Denmark, Prancis, Inggris, Jerman, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Wales.

“Bertujuan untuk mengirim pesan menentang diskriminasi dalam bentuk apapun saat mata dunia tertuju kepada permainan global,” jelas Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), mengutip ESPN, Kamis (22/9/2022).

FA akan mulai mendukung kampanye tersebut pada pertandingan UEFA Nations League saat Italia berhadapan dengan Inggris di Milan pada Jumat, (24/9/2022).

Kapten Harry Kane sendiri akan mengenakan ban lengan 'One Love'. Ban lengan ‘One Love’ ini menggambarkan hati dengan warna pelangi yang mewakili semua latar belakang.

“Saya merasa terhormat untuk bergabung dengan rekan-rekan kapten tim nasional saya dalam mendukung kampanye One Love. Sebagai kapten, kami semua mungkin bersaing satu sama lain di lapangan, tetapi kami berdiri bersama melawan segala bentuk diskriminasi,” ujar Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, mengutip ESPN, Kamis (22/9/22).

“Ini bahkan lebih relevan pada saat perpecahan biasa terjadi di masyarakat. Mengenakan ban kapten bersama atas nama tim kami akan mengirimkan pesan yang jelas ketika dunia menyaksikan,” tambah Kane.

Uniknya, Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 bertentangan dengan adanya kampanye ‘One Love’, sehingga tidak diizinkan untuk mengampanyekan hak-hak LGBT+.

Qatar melarang aktivitas seks sesama jenis baik gay atau lesbian dan ada pelanggaran pidana yang memungkinkan hukuman penjara satu hingga tiga tahun.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait