menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URamadan

15 Bacaan Surat Pendek untuk Salat Tarawih di Rumah

Nivita Saldyni,
23 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
15 Bacaan Surat Pendek untuk Salat Tarawih di Rumah
Image: Ilustrasi salat di rumah. (Freepik/rawpixel.com)

Jakarta - Ramadan tahun ini pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan salat tarawih berjamaah di masjid dengan protokol kesehatan ketat. Namun tak sedikit juga umat muslim di Indonesia yang memilih salat tarawih di rumah bersama keluarga. Apakah kamu salah satunya?

Yap, salat tarawih bisa dilakukan di rumah, baik sendiri maupun berjamaah. Menjalankan salat tarawih di rumah pun sama dengan salat tarawih di masjid, bisa dilakukan dengan 8 rakaat atau 20 rakaat dan ditutup dengan 3 rakaat salat witir.

Kamu pun bisa membaca surat-surat pendek untuk melaksanakan salat tarawih di rumah. Berikut 15 surat pendek lengkap dengan bacaan latin dan artinya yang bisa kamu baca saat salat tawarih di rumah yang Urbanasia kutip dari Qur'an Kementerian Agama (Kemenag):

1. Al-'Adiyat (100)

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ (1

Wal'aadiyaati dhobhaa

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,

فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ (2

Falmuuriyaati qodhaa

Dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya),

فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ (3

Falmughiirooti shubhaa

Dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ (4

Fa-atsarnabihii naq'aa

Sehingga menerbangkan debu,

فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ (5

Fawasathna bihii jam'aa

Lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ (6

Innal insaana lirobbihii lakanuud

Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,

وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ (7

Wa-innahuu 'alaa dzaalika lasyahiid

Dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,

وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ (8

Wa-innahuu lihubbil khoiri lasyadiid 

Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.

اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ (9

Afalaa ya'lamu idzaa bu'tsiro maa fil qubuur

Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,

(10) وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ

Wahusshila maa fish shuduur

Dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan?

اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ ࣖ (11

Inna robbahum bihim yauma-idzil lakhobiir

Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Maha teliti terhadap keadaan mereka.

 

2. Al-Qari'ah (101)

اَلْقَارِعَةُۙ (1

Al qoori'ah

Hari Kiamat,

مَا الْقَارِعَةُ ۚ (2

Mal qoori'ah

Apakah hari Kiamat itu?

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ (3

Wamaa adrooka mal qoori'ah

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ (4

Yauma yakuunun naasu kalfaroosil mabtsuuts

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ (5

Watakuunul jibaalu kal'ihnil manfuusy

Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ (6

Fa-ammaa man tsaqulat mawaaziinuh

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ (7

Fahuwa fii 'iisyatir raadhiyah

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).

وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ (8

Wa-ammaa man khoffat mawaaziinuh

Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ ۗ (9

Fa-ummuhuu haawiyah

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ (10

Wamaa adrooka maa hiyah

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ (11

Naarun haamiyah

(Yaitu) api yang sangat panas.

 

3. At-Takasur (102)

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ (1

Al Haakumut takaatsur

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗهٗۙ (2

Hattaa zurtumul maqaabir

Sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ (3

Kallaa saufa ta'lamuun

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ (4

Tsumma kallaa saufa ta'lamuun

Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ (5

Kallaa lau ta'lamuuna 'ilmal yaqiin

Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ (6

Latarawunnal jahiima

Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ (7

Tsumma latarawunnahaa 'ainal yaqiin 

Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ (8

Tsumma latus-alunna yaumaidzin 'anin na'iim

Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

 

4. Al-'Asr (103)

وَالْعَصْرِۙ (1

Wal 'ashr(i)

Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ (2

Innal insaana lafii khusr(in)

Sungguh, manusia berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ (3

Illal-ladziina aamanuu wa 'amiluush-shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish-shabr(i) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

 

5. Al-Humazah (104)

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ (1

Wailul(n) likulli humazatil(n) lumazat

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ (2

Al-ladzii jama'a maa law(n) wa'addadah

Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ نِۗ (3

Yahsabu anna maa lahuu akhladah

Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَة (4

Kallaa layunbadzanna fiil huthamat

Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ (5

Wamaa adraaka maal huthamat

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ (6

Naarullahil muuqadat

(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ (7

Allatii tath-thali'u 'alal af-idat

Yang (membakar) sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ (8

Innahaa 'alaihim mu`shadat 

Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ (9

Fii 'amadim(n) mumad-dadat 

Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

 

6. Al-Fil (105)

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ (1

Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi-ashhaabil fiil

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ (2

Alam yaj'al kaidahum fii tadhliil

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ (3

Wa-arsala 'alaihim thairan abaabiil

Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ (4

Tarmiihim bihijaaratim(n) min sijjiil

Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ (5

Faja'alahum ka'ashfim(n) ma`kuul

Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

 

7. Quraisy (106)

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ (1

Li-iilaafi quraisyin

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ (2

Ilaafihim rihlatasy-syitaa-i wash-shaif

(Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.)

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ (3

Falya'buduu rabba haadzal bait

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ (4

Al ladzii ath'amahum minjuu'in wa aamanahum min khauf

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

8. Al-Ma'un (107)

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ نَۙ (1

Ara-aital-ladzii yukadz-dzibu biddiin

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ نَۙ (2

Fadzaalikal-ladzii yadu'-'ul yatiim

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ (3

Walaa yahudh-dhu 'alaa tha'aamil miskiin

Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ (4

Fawailul(n)-lilmushalliin

Maka celakalah orang yang salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ (5

Al ladziina hum 'an shalaatihim saahuun

(Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ (6

Al ladziina hum yuraa-uun

Yang berbuat ria,

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ (7

Wayamna'uunal maa'uun

Dan enggan (memberikan) bantuan.

 

9. Al-Kausar (108)

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ (1

Innaa a'thainaakal kautsar

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ (2

Fashalli lirabbika wanhar

Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ (3

Innsyaani-aka huwal abtar

Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

 

10. Al-Kafirun (109)

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ (1

Qul yaa ayyuhaal kaafiruun

Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ (2

Laa a'budu maa ta'buduun

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ (3

Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud

Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ (4

Walaa anaa 'aabidum(n) maa 'abadtum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ (5

Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ (6

Lakum diinukum waliya diin

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

 

11. An-Nasr (110)

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ (1

Idzaa jaa-a nashrullahi wal fath

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ (2

Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillahi afwaajaa

Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ (3

Fasabbih bihamdi rabbika waastaghfir-hu, innahuu kaana tawwaabaa

Maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

 

12. Al-Lahab (111)

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ (1

Tabbat yadaa abii lahabiw watabb

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ (2

Maa aghnaa 'anhumaa luhu wa maa kasab

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ (3

Sayashlaa naaran dzaata lahab

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ (4

waamra-atuhu hammaalatatal hatahab

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ (5

Fii jiidihaa hablun min masad

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

 

13. Al-Ikhlas (112)

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (1

Qul Huwallahu Ahad

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (2

Allahu sh-shamad

Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (3

Lam yalid walam yuulad

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ (4

Wa lam Yakun Lahu kufuwan ahad

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”.

 

14. Al-Falaq (113)

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ (1

Qul A'uudzu birabbil falaq

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ (2

Min syarri maa khalaq

Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ (3

Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab

Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ (4

Wa min syarrin naffaatsaati fiil 'uqad

Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ (5

Wa min syarri haasidin idzaa hasad

Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki”.

 

15. An-Nas (114)

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (1

Qul A'uudzu birabbin-naas

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ (2

Malikinnaaas

Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ (3

Ilaahin-naas 

Sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (4

Min syarril waswaasil khannaas

Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (5

Al Ladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6

Minal jinnati wannaas 

Dari (golongan) jin dan manusia”.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait