beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

3 Cara untuk Berhenti Merasa Bersalah

Kintan Lestari,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
3 Cara untuk Berhenti Merasa Bersalah
Image: ilustrasi rasa bersalah (Foto: MerakiLane)

Jakarta - Dalam hidup ini pasti kamu punya sesuatu yang kamu sesali dan menjadikanmu terus merasa bersalah. Nah, emosi tersebut seringnya membuat kita jadi tidak nyaman.

Rasa bersalah memang bisa mendorong dirimu untuk memperbaiki perilaku ke depannya. Ini mungkin juga membuat kamu terpaku pada apa yang bisa kamu lakukan secara berbeda. Tapi emosi ini juga bisa berkembang ke arah yang negatif.

Kalau kamu tidak pernah merasa mampu untuk berterus terang tentang perasaan ini, rasa bersalahmu akan terasa semakin besar hingga tingkat yang hampir tak tertahankan, bahkan meski orang yang kamu sakiti itu sebenarnya telah melupakan atau memaafkan apa yang terjadi.

Lalu harus bagaimana supaya kita berhenti merasa bersalah? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, Urbanreaders. Berikut 3 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bersalah dalam diri.

1. Terima Emosi Tersebut

1631783708-emosi-pixabay.jpgSumber: Ilustrasi emosi. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Banyak yang mengira dengan melupakan maka masalah juga akan selesai. Tidak semudah itu kenyataannya ya. Mencoba mengabaikan, menyingkirkan, atau melupakan rasa bersalah justru tidak akan menghilangkan perasaan bersalah yang kamu rasakan.

Untuk benar-benar mengatasi rasa bersalah dalam diri, kamu terlebih dahulu harus menerima perasaan itu, betapapun tidak menyenangkannya perasaan itu. Salah satu caranya bisa dengan menulis jurnal. Cara ini dapat membantu kamu jadi lebih akrab dengan emosimu, membuatnya lebih mudah untuk menerima dan mengatasi emosi yang paling tidak nyaman sekalipun.

2. Minta Maaf

1647950214-maaf2.jpgSumber: Ilustrasi minta maaf. (Freepik/mike.shots)

Rasa bersalah muncul karena kamu pernah berbuat salah pada seseorang. Maka permintaan maaf yang tulus dapat membantu menghilangkan perasaan bersalah itu. Dengan meminta maaf, kamu mengutarakan penyesalan pada orang yang sudah kamu sakiti, dan memberi tahu mereka bagaimana rencanamu untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Kamu mungkin tidak akan segera dimaafkan, bahkan mungkin selamanya tidak dimaafkan. Namun, meminta maaf dengan tulus masih membantu diri kamu sembuh, karena langkah itu memberi kamu kesempatan untuk mengungkapkan perasaanmu dan meminta pertanggungjawaban diri dari dirimu sendiri setelah membuat kesalahan.

3. Bicara Positif pada Diri Sendiri

1613978524-pexels-photo-774866.jpeg-bahagiakan-diri-sendiri-pixabay-by-andrea-piacquadio.jpegSumber: Ilustrasi mencintai diri sendiri. (Pixabay/Charlottemay)

Ketika kamu merasa bersalah, kamu sering merasa diri ini jadi orang jahat. Rasa bersalah dapat memicu kamu jadi mengkritik diri dengan keras. Nah, penghukuman diri sendiri ini sering kali menimbulkan korban emosional terberat.

Jadi daripada mempermalukan diri sendiri, tanyakan pada diri sendiri apa yang mungkin kamu katakan kepada seorang teman dalam situasi yang sama. Mungkin kamu akan menunjukkan hal-hal baik yang telah mereka lakukan, mengingatkan mereka tentang kekuatan mereka, dan memberi tahu mereka betapa kamu menghargai mereka.

Dengan menerima pesan positif pada diri, lama-lama rasa bersalah dalam diri akan hilang seiring waktu. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait