Jakarta - Apakah cowokmu selalu mengantarmu ke mana pun kamu pergi? Rajin menelpon untuk menanyakan kabar? Atau mengirimkan pesan setiap saat untuk tahu di mana kamu berada? Wah, bisa jadi kamu pacaran sama cowok clingy, tuh!

Sifat clingy atau terlalu bergantung pada orang lain terutama pada pasangan, nggak hanya dilakukan oleh para cewek, loh. Nggak sedikit juga cowok yang maunya nempel terus sama ceweknya sehingga sang pacar merasa terkekang atau dibatasi kebebasannya.

Gimana sih tanda seorang cowok yang clingy? Cowok clingy akan terus terlibat dalam banyak aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga sampai pada tahap mengganggu, menyebalkan, dan membuat pasangannya tidak nyaman.

Keterlibatan ini bisa berbentuk ingin terus ikut ke mana pun kamu pergi, terus-terusan mengirim pesan untuk mengecek keberadaanmu, atau menelpon setiap saat hanya untuk tahu apa aktivitasmu dan lagi sama siapa.

Sifat semacam ini muncul karena sifat posesif atau takut kehilangan. Memang sekilas cowok yang posesif akan tampak seperti pacar yang penuh perhatian dan sangat penyayang. Namun, menghargai privasi dan ruang gerak pribadi, sangatlah diperlukan untuk menjaga hubungan yang sehat.

Lantas, gimana sih caranya menghadapi pacar yang clingy?

Pertama-tama, kamu mesti menyadari dulu bahwa sifat clingy seseorang bisa muncul karena adanya ketakutan yang berlebihan akan kehilangan orang yang dicintainya. Selain itu, ada faktor lain yang membuat si cowok clingy terus ‘haus’ akan perhatian dan kedekatan.

Misalnya, takut ditinggalkan, kecurigaan yang berlebihan bahwa pacar akan mengkhianatinya, atau tidak bisa mengatasi kesepian dan kesendirian.

Karena itu, kamu bisa menghadapinya dengan beberapa cara berikut ini, guys.

1. Katakan Terus Terang

1605927603-katakan-terus-terang.jpgSumber: Freepik

Jangan simpan perasaan kurang nyaman yang kamu rasakan. Kamu mesti mengatakan dengan terus terang bahwa sikap cowokmu yang terus-terusan bergantung padamu, telah membuatmu kehilangan ketertarikan pada hubungan ini.

Namun, kamu mesti pandai-pandai memilih kata agar tidak dipahami dengan keliru. Misalnya, dengan bercanda atau gombalan receh, kamu bisa bilang, “Aku udah nggak bisa berpindah ke lain hati kok, jadi jangan khawatir, aku nggak bakalan macam-macam.”

Semoga dengan kejujuran yang kamu berikan, si dia bisa lebih mengurangi intensitasnya dalam berkomunikasi atau bertemu.

2. Bantu Dia Menikmati Hidupnya

1605927500-bantu-menikmati-hidup.jpgSumber: Freepik

Bisa jadi, cowok kamu ingin terus bersamamu karena dia nggak memiliki hal lain yang bisa membuatnya merasa senang. Misalnya, hangout bareng teman, melakukan hobinya, atau tidak tahu bagaimana caranya me-time.

Dengan kata lain, kamu adalah pusat dari seluruh hidupnya. Karena itu, dorong dia untuk menikmati waktu dengan cara yang dia sukai.

Kamu bisa mulai dari hobi atau kesukaannya, atau mendekatkan dia pada teman-temannya. Tunjukkan bahwa dia pun bisa bersenang-senang tanpa harus ada kamu di sampingnya setiap saat.

3. Buat Batasan

1605927490-buat-batasan.jpgSumber: Freepik

Meski sulit untuk memberikan batasan, kamu mesti mencoba meyakinkan sang pacar bahwa kamu perlu waktu tanpa dia. Kamu bisa mulai dengan menjelaskan agenda kegiatan harianmu, lalu jelaskan juga kapan waktu yang sudah kamu rencanakan untuk dia.

Jelaskan bahwa kamu perlu manajemen waktu agar semua urusan dapat terselesaikan dengan baik. Karena itu, kamu harus memisahkan agenda pribadi, pekerjaan, hobi, dan waktu bersama teman dan sahabat.

4. Tetap Jaga Komunikasi

1605927575-jaga-komunikasi.jpgSumber: Jaga komunikasi. (Freepik)

Seperti sudah disinggung sebelumnya, cowok yang clingy biasanya punya masalah dalam dirinya. Faktor inilah yang membuat dia merasa takut kehilangan, curigaan, atau ingin selalu dekat.

Karena itu, buatlah negosiasi dengannya untuk membantu dia merasa lebih ‘aman’. Salah satunya, dengan menjaga komunikasi.

Meski kamu sedang tidak bersamanya, jaga komunikasi dengan dia dan beri kabar secara berkala. Buatlah kesepakatan yang membuat kalian berdua merasa nyaman untuk melakukannya. Dalam hal ini, masing-masing memang harus berkorban.

Kamu mesti berusaha untuk lebih sering menghubungi dia. Dia pun mesti berusaha menerima bahwa intensitas komunikasi akan berkurang. Yang perlu ditekankan, kunci dari hubungan yang bertahan lama adalah kenyamanan dari kedua belah pihak.

Komentar
paper plane