beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

7 Penyebab Bayi Susah Tidur dan Cara Mengatasinya

Kintan Lestari,
28 Juli 2022 18.53.15 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
7 Penyebab Bayi Susah Tidur dan Cara Mengatasinya
Image: Ilustrasi bayi laki-laki. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Jakarta - Buat para orang tua yang baru punya anak, salah satu kesulitan yang sering dihadapi adalah menidurkan bayi di malam hari. Meski mata ngantuk, tapi kalau si bayi belum tidur sudah pasti orang tua juga nggak tidur. Kira-kira kenapa bayi susah tidur ya?

Penyebab Kenapa Bayi Susah Tidur

Ada beberapa penyebab kenapa bayi susah tidur. Berikut faktor-faktor penyebabnya:

1. Posisi Tidur yang Tak Nyaman

Bayi lebih nyaman tidur dalam posisi tengkurap. Namun posisi ini sedikit berbahaya karena berkaitan dengan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Maka para ahli menyarankan tidur berbaring telentang. Nah, kalau bayi menolak tidur dalam posisi telentang, mungkin dia merasa tidak enak di punggung. Jadi coba kunjungi dokter anak untuk lakukan pemeriksaan.

2. Celana atau Alas Tidurnya Basah

Bayi pastinya pipis di celana kan sehingga popok dan kain alas tidurnya ikut basah. Nah, ini jadi salah satu penyebab yang membuat mereka sulit tidur jadinya, terutama di malam hari ketika orang tuanya juga ikut tidur sehingga kurang sigap mengganti alas tempat tidur bayinya. 

3. Merasa Lapar

Ini terutama dirasakan bayi usia 2-3 bulan. Di tengah malam mereka biasanya akan bangun setiap dua jam karena merasa lapar.

4. Sleep Regression

Orang dewasa ketika sudah bangun terkadang jadi sulit tidur kembali. Hal itu pun juga dirasakan bayi, namanya sleep regression yakni fase ketika bayi terbangun di malam hari lalu sulit tidur kembali. Ini karena bayi sudah mulai aware dengan sekitarnya sehingga ia seakan tidak ingin melewatkan hal menarik tersebut meski sudah mengantuk.

5. Perubahan Jam Tidur Siang

Bayi yang sebelumnya bisa tidur siang dua sampai tiga kali, memasuki usia enam bulan periode tidur siangnya mulai berkurang. Ini bisa bikin bayi jadi rewel di malam hari karena merasa lelah.

6. Sakit Gigi

Jika bayimu di siang hari menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi seperti meneteskan air liur, menggigit, rewel saat menyusu, dan lekas marah, mungkin sakit gigi juga membuatnya terbangun di malam hari. 

Masalah tidur terkait tumbuh gigi dimulai selama tahun pertama: Beberapa bayi mendapatkan gigi pertama mereka pada saat mereka berusia 6 bulan dengan sakit gigi mulai dari 3 atau 4 bulan, sementara yang lain tidak bergigi sampai ulang tahun pertama mereka.

7. Sakit Tenggorokan atau Demam

Tenggorokan yang sakit atau gatal, hidung tersumbat, dan demam dapat mempersulit bayi untuk tidur nyenyak. Masalah tidurnya juga bisa masih tertinggal meski bayi sudah sembuh dari sakitnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait