menu
user
URtainment

Agensi Lay EXO Respons soal Plagiarisme MV 'Raja Terakhir'

Kintan Lestari,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Agensi Lay EXO Respons soal Plagiarisme MV 'Raja Terakhir'
Image: Lay EXO. (Instagram @layzhang)

Jakarta - Agensi Lay EXO yaitu Lay Zhang Studio kemarin (10/3/2021) malam menanggapi permintaan maaf dari developer game 'Three Kingdoms: Hero Legendaris'.

"Being in a creative field, we wish everyone can respect the commitment and effort put into creating content. We especially hope that people around the world are more conscious about plagiarizing another person's work. Regarding this incident, we are more than happy to discuss and share Chinese style and culture. Like anyone else, we hope that there is mutual respect. Our greatest wish is that everyone can make progress and grow together from this situation. If you are looking for a partner to help create content we, Chromosome Entertainment Group, can help! Feel free to DM us!" bunyi komentar agensi Lay @officiallayzhangstudio.

(Berada di bidang kreatif, kami berharap semua orang dapat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan untuk membuat konten. Kami terutama berharap orang-orang di seluruh dunia lebih sadar tentang menjiplak karya orang lain. Mengenai kejadian ini, kami sangat senang untuk berdiskusi dan berbagi gaya dan budaya Tionghoa. Seperti orang lain, kami berharap ada rasa saling menghormati. Harapan terbesar kami adalah agar setiap orang dapat membuat kemajuan dan tumbuh bersama dari situasi ini. Jika kalian mencari mitra untuk membantu membuat konten, kami, Chromosome Entertainment Group, dapat membantu! Jangan ragu untuk mengirim DM kepada kami!)

1615443331-agensi-lay.jpgSumber: Tanggapan Lay Zhang Studio di kolom komentar Instagram Three Kingdoms: Hero Legendaris terkait isu plagiarisme MV 'Raja Terakhir'. (Tangkapan layar Instagram @threekingdomsherolegendaris)

Kpopers pun dibuat kagum atas respons agensi Lay menanggapi isu plagiarisme MV-nya. 

Pasalnya dibanding menuntut, Lay Zhang Studio justru menawarkan untuk berdiskusi soal budaya Tionghoa dan memberi tawaran bila ingin bekerjasama.

"Ini Lay udah baik loh nawarin buat kerjasama, tapi kembali lagi sih mampu atau tidaknya. Masalahnya kalo bener kerjasama keren sihh dari YL ke Lay Zhang gokilll," komentar Kpopers Indonesia.

"Sebaik itu loh dia cuuuy, orang lain mungkin udah dituntut udah ini itu lah dia malah diajak kerja sama kalau butuh bantuan. Kurang baik apaaaa cobaaaa ?" komentar yang lainnya. 

Seperti diketahui, beberapa hari ini MV 'Raja Terakhir (The Last King)' Young Lex jadi pembahasan Kpopers karena dituding memplagiat MV 'LIT' milik  Lay EXO yang rilis pada bulan Juni 2020.

Penggemar menemukan elemen musik, visual, gaya, dan koreografi dalam MV Young Lex yang digunakan untuk game 'Three Kingdoms: Hero Legendaris' semuanya sangat mirip dengan MV member EXO asal Cina itu.

Atas kasus plagiarisme ini, developer game 'Three Kingdoms: Hero Legendaris' pun menyampaikan permintaan maaf mereka pada agensi Lay EXO lewat akun Instagram mereka.

Mereka mengaku bersalah atas kemiripan MV 'Raja Terakhir' dengan MV 'LIT' milik Lay. Perusahaan juga menyatakan telah menghapus MV tersebut dari semua platform media sosial. Sementara Young Lex sendiri mengatakan kalau dirinya tidak ikut campur dalam proses produksi MV.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait