menu
user
URtrending

Alami Hipospadia Sejak Lahir, Kenapa Status Aprilia Manganang Baru Terungkap?

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Alami Hipospadia Sejak Lahir, Kenapa Status Aprilia Manganang Baru Terungkap?
Image: Aprilia Manganang. Sumber: instagram @manganang92

Jakarta - Nama Aprilia Manganang tengah menjadi sorotan publik. Apalagi setelah ia yang selama ini dikenal sebagai seorang perempuan telah dinyatakan berjenis kelamin laki-laki, Selasa (9/3/2021) lalu.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI, Jenderal Andika Perkasa menyatakan, berdasarkan hasil serangkaian pemeriksaan yang dilakukannya sejak 3 Februari 2021, Aprilia Manganang dinyatakan berjenis kelamin laki-laki. Dan baru diketahui bahwa ia mengidap hipospadia.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa fakta ini baru terungkap saat Aprilia menginjak usia 28 tahun? Bagaimana bisa Aprilia yang selama ini dikenal senagai seorang perempuan ternyata berjenis laki-laki?

Terkait hal itu, Andika menjelaskan kelainan hipospadia yang dialami Aprilia Manganang terjadi ketika ia lahir. Namun karena keterbatasan peralatan medis, ia yang punya tampilan fisik seperti perempuan kala itu pun ditetapkan sebagai bayi perempuan.

"Jadi Sersan Aprilia Manganang dilahirkan tahun 1992, tepatnya 27 April di Tahuna. Inilah tempat lahir dan dibesarkannya Aprilia Manganang. Tepatnya di Pulau Sangihe dan kalau hari ini kita naik kapal kira-kira dari Manado 8 jam ke arah pulau ini," kata Andika menunjukkan tempat kelahiran Aprilia Manganang saat konferensi pers, Selasa (9/3/2021) lalu.

"Jadi seseorang yang kemudian diberinama Aprilia Manganang tidak seberuntung kita semua. Jadi saat dilahirkan anak ini memiliki kelainan pada sistem reproduksinya, yang dalam terminologi kesehatan disebut hipospadia," lanjutnya.

Namun menurut penjelasan Andika, hipospadia ini cukup sering terjadi. Bahkan ia menempati peringkat kedua dari jumlah kasus yang bisa terjadi untuk kelahiran bayi laki-laki. Biasanya, setiap 250 kelahiran bayi laki-laki, maka satu diantaranya mengalami kelainan tersebut. 

Namun mengapa hal ini bisa berlarut-larut? Bahkan hingga Aprilia telah menjadi prajurit TNI dan kini menginjak usia 28 tahun.

Selain keterbatasan medis, ternyata masalah ini juga tak lepas dari keterbatasan ekonomi keluarga. Sebab, Aprilia sendiri merupakan anak buruh perkebunan dan asisten rumah tangga (ART) saat itu. 

1615351863-148996566-814912705727677-7904432940787041771-n.jpgSumber: Aprilia Manganang dan orang tuanya. Sumber: instagram @manganang92

"Kebetulan ayah dari anak ini pekerjaannya adalah buruh pekerbunan. Ibunya juga pekerjaannya waktu itu sebagai asisten rumah tangga. Kemudian ayah dari anak ini pendidikannya hanya lulusan sekolah dasar. Kemudian ibu dari anak ini kebetulan tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya. Jadi pada saat dilahirkan yang membantu persalinan adalah paramedis di rumahnya," jelas Andika panjang lebar.

"Inilah yang kemungkinan membuat paramedis atau orang tua saat kelahiran ini hanya melihat secara fisik bahwa anak ini, anak yang dilahirkan adalah perempuan. Kondisi ini terus berlangsung sampai Aprilia Manganang sekolah," lanjutnya.

Pada akhirnya, ia tercatat sebagai perempuan di akta kelahiran, maupun kartu tanda penduduk (KTP). Ia yang tumbuh sebagai anak dengan segudang prestasi itupun menjalani hari-hari sebagai perempuan.

"Akhirnya tahun 2016 melihat prestasi dari anak ini itulah kenapa pada saat itu Angkatan Darat memutuskan untuk merekrut Aprilia Manganang dalam satu program rekrutmen khusus bintara yang berprestasi," kata Andika.

Namun seiring berjalannya waktu, Andika dan jajarannya terus melihat dan mengamati perkembangan Aprilia. Ia pun merasa ada yang janggal sehingga memutuskan untuk memeriksakan Aprilia.

"Secara kebetulan kami melihat dan mengamati, termasuk komandan satuannya yaitu Panglima Kodam di Manado, melihat dan melakukan pemeriksaan. Itu dilakukan pada tanggal 3 Februari yang lalu," pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan di Manado, kemudian Aprilia dipanggil ke Jakarta. Ia pun menjalani pemeriksaan lanjutan di RSPAD Gatot Subroto. Hasilnya, Aprilia Manganang dipastikan berjenis kelamin laki-laki.

Melihat hasil pemeriksaan tersebut, Andika pun menawarkan agar Manganang menjalani operasi. Tawaran itu pun disambut baik oleh Aprilia dan kini ia sudah menyelesaikan correction surgery pertama dari dua tahapan yang harus dilaluinya.

Kini, TNI AD tengah berupaya membantu Aprilia dan keluarga untuk mengurus perubahan nama dan jenis kelamin di data kependudukan ke Pengadilan Tinggi Negeri Tondano. Hal ini dilakukan sesuai dengan Pasal 56 dari UU 23 Tahun 2006.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait