Jakarta - Hingga saat ini, masih banyak publik yang mendebatkan asal usul pesantren, terkait kapan awal berdirinya hingga bagaimana proses berdirinya di Indonesia. 

Bahkan, istilah-istilah yang ada dalam dunia pesantren, seperti kiai, santri yang menjadi unsur pesantren masih diperdebatkan.

Ada sebagian yang menyebut jika pesantren merupakan gabungan dari kata santri atau dalam pelajaran Bahasa Indonesia ditambahi pada awalan 'pe-' dan 'an-' di akhir, yang memiliki arti tempat tinggal para santri.

Bertepatan dengan Hari Santri yang jatuh pada hari ini, Kamis 22 Oktober 2020, ada beberapa sumber lain yang menyebutkan kata ‘santri’ merupakan adaptasi dari istilah sashtri yang bermakna orang-orang yang mempelajari kitab suci (sashtra).

Dilansir dari berbagai sumber, sebagian orang juga menyebut jika santri berasal dari bahasa Jawa cantrik, yakni orang yang mengikuti gurunya kemanapun ia pergi.

Terkait asal usul dan latar belakang berdirinya pesantren di Indonesia, menurut Ensiklopedi Islam ada dua versi pendapat.


1. Tradisi Islam


Pendapat pertama menyebut, jika pesantren berakar pada tradisi Islam sendiri, yakni tradisi tarekat. Hal ini dikarenakan pesantren mempunyai kaitan yang sangat erat dengan tempat pendidikan bagi kaum sufi. 

Dalam penyiaran Islam di Indonesia sendiri, awalnya hanya dikenal dengan kegiatan tarekat, yang ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok organisasi tarekat yang melaksanakan zikir dan wirid tertentu.

Untuk pemimpin tarekat ini disebut kiai. Dalam melaksanakan suluk dilakukan selama 40 hari tinggal bersama kiai di sebuah Masjid untuk dibimbing dalam melakukan ibadah-ibadah tertentu. Baru kemudian kiai menyediakan kamar-kamar kecil yang letaknya di kiri kanan Masjid untuk tempat penginapan dan memasak.

Nah, kemudian dalam aktivitas sehari-hari baru diajarkan kitab-kitab agama, hingga lahirlah sebuah pengajian.


2. Pengalihan Sistem Pendidikan

1603337974-images-(29).jpegSumber: Ilustrasi pesantren pada zaman dulu. Sumber: pinterest

Pesantren di era ini, merupakan pengambilalihan sistem pendidikan yang diadakan oleh orang-orang Hindu di Nusantara. 

Pendapat ini didasarkan dengan adanya fakta sebelum Islam datang ke Indonesia telah dijumpai lembaga pendidikan yang sama dengan pesantren. Lembaga itu tak lain yakni digunakan untuk mengajarkan ajaran agama Hindu dan tempat untuk membina kader-kader penyebar Hindu.

Kemudian fakta lain yang menyebut bahwa sistem pendidikan semacam pesantren ini, tidak dijumpai di negara-negara Islam lainnya. Ada lembaga lain yang hampir sama dengan pesantren, seperti negara-negara dengan mayoritas Hindu dan Budha, seperti India, Thailand dan Myanmar.

Namun, berdirinya dan perkembangan pesantren, sebenarnya sudah ada sejak zaman Wali Songo. Pondok pesantren pertama di Indonesia, yang didirikan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim. 

Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat pada 12 Rabi‟ul Awal 822 H bertepatan dengan 8 April 1419 M adalah orang pertama dari Wali Songo yang menyebarkan Agama Islam di Jawa. Nah, dapat disimpulkan bahwa lembaga pesantren sudah ada sejak abad ke-15.

Dalam perkembangan pesantren, tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan pesantren adalah Raden Rahmat (Sunan Ampel) yang telah mendirikan pesantren di Kembang Kuning, kemudian pindah ke Ampel Denta, Surabaya.

Namun, asal usul berdirinya pesantren hingga saat ini masih dipelajari ya, Urbanreaders. Terlebih, dimulai dari masuknya Islam ke Indonesia, penjajahan Belanda dan Jepang hingga Indonesia merdeka.

 

Komentar
paper plane