Hot News

Situbondo – Warga Situbondo, Jawa Timur banyak meyakini bahwa asap tempurung kelapa dapat menyembuhkan pasien positif terinfeksi Coronavirus Disease atau COVID-19.

Asap cair dari tempurung kelapa tersebut, disebut telah menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

“Kami bersama teman-teman memproduksinya tidak semata-mata kepentingan bisnis, tapi ingin membantu dalam penyembuhan pasien COVID-19," kata Irsan Surya Imana warga Perumahan Panji Permai Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, seperti dikutip dari Antara (7/7/2020).

Menurut Irsan, sejumlah pasien positif COVID-19 di Situbondo mengaku sembuh usai mengonsumsi asap cair atau obat berbentuk cairan dari batok kelapa yang telah melalui proses destilasi, penyulingan hingga pengembunan tersebut.

Irsan bercerita, salah seorang pasien COVID-19 yang merupakan ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo juga menunjukkan kesembuhan usai meminum asap cair tersebut.

Padahal, secara medis, pasien tersebut sudah divonis sulit sembuh, karena selama penanganan di rumah sakit hingga isolasi mandiri dan empat kali tes usap (swab test) hasilnya tetap positif.

“Alhamdulillah setelah minum asap cair, pada hasil tes usap kelima, keenam dan ketujuh hasilnya negatif," kata Irsan.

Dirinya juga mengaku telah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo untuk menggunakan cairan batok kelapa ini dalam penanganan pasien COVID-19, namun tidak mendapatkan respon.

Ia lalu berkunjung ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan ditemui langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

"Oleh Menteri Teten Masduki, kami mendapat respons baik, dan Kementerian Koperasi dan UKM akan membantu perizinan dan BPOM obat asap cair," jelasnya.

Syaiful Ali, pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh juga mengakui bahwa selain mengonsumsi ramuan jamu dan obat medis lainnya, ia juga mengonsumsi asap cair.

"Setelah hasil tes usap kelima tetap positif, saya juga mengonsumsi asap cair tiga hari sebelum dites usap kembali, dan hasilnya negatif. Begitu pula tes usap ketujuh hasilnya negatif dan saya dinyatakan sembuh," ujar Ali.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Situbondo, GM Candrawati mengatakan pihaknya telah mendengar adanya warga yang mengklaim asap cair dari batok kelapa bisa menyembuhkan pasien COVID-19.

"Menurut kami, selama belum jelas ada penelitian secara medis dan klinis, kami para dokter belum bisa percaya hal itu,” ucap Candrawati.

Ia mengatakan, selama ini belum ada penelitian yang secara khusus meneliti khasiat cairan batok kelapa tersebut untuk pasien COVID-19.

“Kalau belum ada penelitian lebih lanjut kami anggap itu suplemen, karena di masa pandemi ini suplemen apapun silakan (dikonsumsi) kalau termotivasi sehat. Tapi ini kan mengklaim bisa menyembuhkan," tegasnya.


Loading ..