beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Dokter Forensik: Ada Sejumlah Luka

Shelly Lisdya,
28 Juli 2022 09.51.27 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Dokter Forensik: Ada Sejumlah Luka
Image: Makam Brigadir J (Foto: NTMC Polri).

Jakarta - Proses autopsi ulang jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dilakukan tujuh dokter forensik di Rumah Sakit Umum Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022). 

Dari proses autopsi selama hampir enam jam itu, tim forensik mendapati sejumlah luka-luka di jenazah Brigadir J.

"Kami berhasil meyakini adanya beberapa luka. Kami tetap harus melakukan penanganan lebih lanjut melalui pemeriksaan mikroskopik," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Ade Firmansyah Sugiharto.

Ade menyebut, saat proses autopsi ulang tadi, pihaknya fokus pada luka-luka di jenazah Brigadir J yang berdasarkan kecurigaan keluarga bukan luka tembak.

"Nantinya akan kami periksa secara intravitalitas. Apakah itu luka sebelum terjadi peristiwa atau setelah peristiwa," jelasnya.

Tak hanya menemui luka, Ade Firmansyah juga mengakui pihaknya menghadapi beberapa kendala dalam autopsi jenazah Brigadir J.

Seperti melihat adanya warna kemerahan atau kecoklatan pada posisi jenazah yang sudah mulai membusuk.

"Ini pastinya ada memiliki beberapa kesulitan. Pertama, jenazah sudah diformalin dan sudah mulai alami pembusukan, sehingga prosesnya harus dikuliti," ujarnta.

Kepala Departemen Forensik RSCM tersebut memastikan untuk hasil autopsi pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan guna mengetahui penyebab kematian Brigadir J.

"Butuh waktu karena kami tidak ingin tergesa-gesa dalam pemeriksaannya, jadi diperkirakan hasil autopsi akhir dapat diketahui antara empat pekan dan delapan pekan dari sekarang," bebernya.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa hasil autopsi Brigadir J akan diumumkan kepada publik demi transparansi kasus yang melibatkan seluruh anggota Polri.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait