beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Awal Mula #RIPTwitter Trending, Menggema Gegara Ultimatum Elon Musk

Shinta Galih,
18 November 2022 12.59.37 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Awal Mula #RIPTwitter Trending, Menggema Gegara Ultimatum Elon Musk
Image: Elon Musk. (Twitter/elonmusk)

Jakarta - Twitter memutuskan menutup kantor selama sepekan dan akan membukanya kembali pada Senin (21/11/2022). Hal ini dipicu oleh aksi resign massal para karyawan.

"Twitter baru saja memberi tahu para karyawannya bahwa efektif dan segera, semua gedung kantor ditutup sementara dan kartu akses ditutup," ujar Zoe Schiffer, managing editor Platforme di akun Twitter dikutip Urbanasia, Jumat (18/11/2022).

Twitter tidak memberikan alasan, Schiffer mengatakan keputusan tersebut sebagai upaya antisipasi Musk kalau-kalau karyawan melakukan sabotase setelah aksi resign massal.

"Kami mendengar ini karena Elon Musk dan timnya takut karyawan akan menyabotase perusahaan. Selain itu, mereka masih mencoba mencari tahu pekerja Twitter mana yang harus mereka potong aksesnya," cuit Schiffer seperti dikutip dari The Guardian.

Gelombang baru karyawan Twitter mengundurkan diri terjadi pada Kamis (17/11/2022) waktu setempat, setelah Elon Musk mengeluarkan ultimatum yang memberi tahu mereka bahwa mereka harus bersedia berkomitmen pada lingkungan kerja lebih keras.

Jika menolak, mereka dipersilakan pergi dan mengambil paket pesangon 3 bulan. Beberapa karyawan tampaknya memilih untuk keluar.

"Ke depan, untuk membangun Twitter 2.0 dan sukses di dunia yang semakin kompetitif, kita perlu untuk benar-benar hardcore. Ini artinya bekerja dalam jam kerja panjang di intensitas tinggi. Hanya performa istimewa akan lolos passing grade," tulis Musk dalam email ke karyawan.

Karyawan Twitter diberikan waktu hingga hari Kamis (17/11/2022) pukul 17.00 waktu Amerika untuk memilih 'Yes' di Google Form jika mereka ingin bertahan di perusahaan. Jika tidak, maka itu akan menjadi hari terakhir mereka di perusahaan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait