beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Bacaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha: Tarwiyah dan Arafah

Suci Nabila Azzahra,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bacaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha: Tarwiyah dan Arafah
Image: Ilustrasi - Santap sahur bersama. (Net)

Jakarta - Ada banyak keutamaan pada awal bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, Umat Islam dianjurkan untuk melakukan serangkaian ibadah pada saat-saat tersebut. Di antara ibadah yang dianjurkan itu adalah puasa dua hari sebelum Idul Adha, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Namun, suatu ibadah akan dinilai sah jika diawali dengan niat. Karena adanya niat ibadah tersebut akan menunjukkan tujuan yang ingin diraih. Begitu juga saat akan melaksanakan puasa Tarwiyah ataupun Arafah. Bagi siapa saja yang ingin melakukannya, wajib membaca niat sesuai dengan tujuannya.

Pentingnya Niat

Jika puasa yang akan dilaksanakan adalah puasa Tarwiyah, maka kalian harus niat puasa Tarwiyah. Sebaliknya, jika kalian ingin puasa Arafah, maka niat yang harus dibaca adalah puasa Arafah.

Pentingnya niat sendiri diutarakan Nabi Muhammad Saw. dalam salah satu hadits shahih yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab sebagai berikut:

 إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.

Artinya: “Sesungguhnya segala sesuatu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan.”

Dari hadits di atas, maka dapat disimpulkan bahwa niat menjadi sangat penting dalam suatu ibadah, serta juga mempengaruhi pahala yang akan kita dapatkan saat menjalankan ibadah tersebut. 

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah

Seperti disinggung di awal, bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan. Dalam waktu tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, di antaranya ibadah puasa sunah. 

Terkait puasa sunah ini, ada dua hari khusus di mana umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa. Dua hari itu yaitu tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, yang dikenal dengan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. 

Anjuran puasa pada dua hari itu didasarkan dari satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Daud:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari 'Asyura' (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (HR. Abu Daud).

Terkait keutamaan mengenai pelaksanaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah disebutkan dalam suatu hadits yang berbunyi:

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait