Bahaya, Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian!
Jakarta — Duduk terlalu lama ternyata berbahaya bagi kesehatan. Selain bikin badan pegal - pegal, kebiasaan ini dapat menyebabkan berbagai penyakit serius hingga kematian.
Bahaya gaya hidup sedenter ini bahkan disamakan dengan orang yang merokok.
“Mungkin terdengar agak berlebihan. Merokok sangat buruk untuk kardiovaskular dan kesehatan secara keseluruhan. Tapi memang benar bahwa duduk dalam waktu lama juga dapat memperburuk kesehatan,” kata Profesor di Sekolah Kedokteran Harvard, Dr Deepak L Bhatt.
Studi terbaru yang diterbitkan Annals of Internal Medicine tahun 2017 menyebut menyebut orang yang terlalu banyak duduk lebih berisiko mengalami kematian dini.
Penelitian tersebut melibatkan sekitar 8000 orang dewasa. Hasilnya peserta yang duduk lebih dari 13 jam per hari berisiko mengalami kematian dini 200% lebih besar daripada peserta yang duduk kurang dari 11 jam.
“Peserta yang duduk lebih dari 90 menit dalam satu waktu 2x lebih mungkin meninggal daripada mereka yang selalu membatasi waktu duduknya kurang dari 90 menit dalam satu waktu. Sedangkan orang yang duduk kurang dari 30 menit dalam satu waktu memiliki risiko kematian paling kecil”.
Sementara itu, Wakil Presiden Orangetheory Fitness mengatakan duduk dalam waktu lama juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menyebabkan penurunan metabolisme hingga aktivitas otot.
“Dampaknya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, kecemasan, depresi dan alzheimer,” kata Brown.
Gaya hidup sedenter ini juga meningkatkan risiko pembekuan di pembuluh darah di kaki (deep vein thrombosis). Gejalanya mencakup pembengkakan pada kaki yang disertai dengan nyeri betis.
Baca Juga: 5 Kegiatan Buat Bantu Jaga Kesehatan Mental
Kalau tidak segera ditangani, gumpalan darah ini bisa berpindah ke paru - paru sehingga menyebabkan emboli paru.
Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut hubungan antara duduk terlalu lama dengan kematian. Sebab sebagian besar bukti pada studi observasional ini hanya menunjukkan hubungan antara duduk dan kondisi kesehatan.
