menu
user
URtech

Bayar Andong di Jogja Kini Bisa Pakai Dompet Digital

Anisa Kurniasih,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bayar Andong di Jogja Kini Bisa Pakai Dompet Digital
Image: Naik andong di Jogja (DANA)

Yogyakarta – Andong masih menjadi salah satu transportasi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Nah, di zaman yang sudah canggih, kita kini tak perlu repot lagi menyiapkan uang cash untuk pembayaran loh guys.

Pasalnya, untuk mengedepankan transaksi cashless, Bank Indonesia DIY dan DANA bertekad mewujudkan ekosistem digital Tugu, Malioboro dan Keraton (Gumaton) sekaligus menyukseskan program 12 juta pengguna QRIS pada 2021.

Program QRIS Gumaton ini  melibatkan Pemerintah Daerah DIY, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY dan Penyedia Jasa Sistem Perbankan (PJSP) bank dan nonbank di DIY, serta pihak terkait lainnya.

Salah satu pihak yang digandeng dalam Program QRIS Gumaton adalah Komunitas Andong Malioboro. Saat ini, tercatat 60 andong Jogja telah menggunakan QRIS–DANA untuk transaksi pembayaran.

Program QRIS Gumaton juga ditujukan demi mencegah peredaran uang palsu, mendorong efisiensi bertransaksi, meningkatkan keuangan inklusif dan memajukan pelaku usaha, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi DIY.

Selain mendigitalisasi 60 andong Jogja, melalui dukungannya terhadap Program QRIS Gumaton, DANA juga memperluas edukasi dan transformasi digital pelaku usaha di area tersebut.

“Sebagai sahabat UMKM, DANA sangat mendukung inisiatif pemerintah untuk meningkatkan budaya contactless serta mendorong percepatan transformasi digital di kalangan pekerja informal dan pelaku UMKM di kawasan wisata Gumaton,” ujar Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer DANA dalam keterangan resminya, Rabu (3/3/2021).

Agustina menjelaskan, program ini sejalan dengan misi DANA untuk membantu pengembangan UMKM dengan menghadirkan teknologi finansial digital yang inklusif.

Ia menambahkan, ke depannya, DANA siap membantu digitalisasi lebih banyak pekerja informal dan UMKM di kawasan Gumaton, termasuk becak dan pedagang di Malioboro. Bukan hanya itu, DANA juga akan memfasilitasi pelatihan UMKM di sekitar kawasan wisata di Joglosemar.

 “Para UMKM di Yogyakarta yang ingin terhubung dengan ekosistem digital bisa bergabung dalam DANA Bisnis serta memanfaatkan kemudahan, keamanan, kenyamanan dan keunggulan fitur ini. Dengan bergabung dalam DANA Bisnis, UMKM juga akan punya kesempatan dipromosikan dan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas dan mengembangkan usahanya,” kata Agustina.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait