Working Mom Harus Tahu, Ini Tips Agar Peran di Rumah dan Kantor Seimbang

Jakarta - Peran ibu di era modern tidak lagi terbatas pada urusan rumah tangga. Semakin banyak perempuan yang aktif berkarier dan memegang peran strategis di dunia profesional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa jumlah tenaga profesional perempuan di Indonesia telah mencapai 50%, meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun 2020.
Meski partisipasi perempuan di dunia kerja terus bertambah, tekanan yang dirasakan ibu bekerja juga masih tinggi.
Psikolog Cecilia Helmina E menjelaskan, tantangan utama ibu bekerja terletak pada upaya menyeimbangkan waktu dan energi antara pekerjaan dan keluarga. Cecilia lantas mengutip temuan studi dari University of Pennsylvania mengenai hal ini.
“Dalam studi itu, dibanding para ayah, para ibu merasakan adanya tekanan yang jauh lebih besar saat bekerja,” kata Cecilia.
Menurutnya, beban tersebut kerap terasa lebih berat karena ibu masih dihadapkan pada ekspektasi peran domestik sekaligus profesional.
Untuk menyiasatinya, ibu bekerja perlu membangun komunikasi terbuka dengan pasangan dan keluarga, serta tidak ragu meminta bantuan, baik dari orang terdekat maupun tenaga profesional.
Dalam pengasuhan anak, kualitas interaksi dinilai lebih penting daripada durasi kebersamaan, sehingga kehadiran ibu yang utuh menjadi kunci membangun kedekatan emosional.
“Usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan kantor di rumah, dan biasakan untuk ngobrol sebentar saat makan bersama atau sebelum anak tidur. Kebiasaan ini akan membuat anak merasakan kehadiran kita sebagai ibu,” imbuhnya.
Dukungan terhadap ibu bekerja juga perlu datang dari lingkungan kerja. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) dalam menciptakan ruang tumbuh yang inklusif bagi perempuan, terutama melalui kampanye Love Your Possibilities.
Kampanye ini diwujudkan lewat berbagai program pengembangan kompetensi dan kepemimpinan untuk mendorong lebih banyak karyawati mengambil peran strategis di masa depan.
Komitmen tersebut tercermin dari perjalanan karier Yulia Kristina, karyawati Unicharm yang bergabung sejak 2013 di Divisi Research & Development (R&D) produk pembalut wanita CHARM.
Setelah lebih dari 12 tahun berkontribusi, Yulia kini menjadi karyawati lokal pertama yang menduduki posisi Manajer di R&D Unicharm. Lingkungan kerja yang suportif, program pelatihan terstruktur, serta kesempatan belajar hingga ke Jepang menjadi bagian penting dalam pengembangan kariernya.
“Tantangan pasti ada, namun saya beruntung memiliki pasangan yang sangat mengerti kesibukan pekerjaan saya dan selalu siap berbagi tugas di rumah,” kata Yulia.
Selain mendukung pengembangan individu, Unicharm juga menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5.
Direktur Unicharm, Sri Haryani, menyampaikan bahwa perusahaan percaya setiap perempuan memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan.
“Unicharm percaya bahwa semua orang memiliki keunikan masing-masing dan potensi yang tak terbatas,” ujar Sri Haryani.
Melalui kampanye Love Your Possibilities, Unicharm berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang memberdayakan, sehingga ibu bekerja dapat terus berkembang secara profesional tanpa harus mengorbankan peran personalnya.
