beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Belajar Atasi Kekurangan dari Nick Vujicic, Motivator dengan Disabilitas

Suci Nabila Azzahra,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Belajar Atasi Kekurangan dari Nick Vujicic, Motivator dengan Disabilitas
Image: Nick Vujicic (Foto: Instagram @nickvujicic)

Jakarta - Siapa yang tidak kenal dengan Nick Vujicic? Biografinya banyak dicari orang yang sedang membutuhkan motivasi dan semangat dalam hidup.

Nick Vujicic memang terkenal sebagai salah satu motivator ulung di dunia. Orang-orang semakin mengaguminya karena ia merupakan sosok yang kuat, terlebih dengan kekurangan fisik yang ia miliki sejak lahir.

Nick Vujicic dikenal dunia sebagai motivator yang tidak memiliki tangan dan kaki yang diakibatkan penyakit bawaan lahir. Berikut ini adalah biografi lengkap dari Nick Vujicic.

Biografi Nick Vujicic

Nick Vujicic adalah motivator dunia berkebangsaan Australia. Ia mengalami sindrom tetra-amelia, sebuah sindrom langka yang punya karakteristik tanpa lengan dan kaki. Ia lahir pada 4 Desember 1982 di Melbourne, Australia. Nick tumbuh dari keluarga yang sederhana—ayahnya bekerja di kantor administratif sekaligus penginjil dan ibunya seorang bidan juga perawat.

Saat lahir, ibu Nick Vujicic menolak untuk melihat sang buah hati ketika perawat merengkuh Nick di depannya. Namun, ibu dan ayahnya akhirnya menerima kondisi itu dan memahaminya sebagai 'rencana Tuhan untuk putra mereka.' Pengalaman tersebut Nick bagi lewat buku Life Without Limits (2007) yang merupakan buku pertamanya.

Di halaman situsnya, ia menyatakan bahwa Nick kecil tidak hanya berurusan dengan permasalahan sekolah dan remaja seperti bullying. Nick kecil juga berjuang dengan depresi dan rasa kesepian sebagaimana ia sering mempertanyakan alasan ia berbeda dari semua anak lainnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Nicholas James Vujicic itu memang punya masa kecil yang sedikit kelam karena perbedaan fisik yang dimilikinya. Saat berusia 10 tahun, Nick pernah mencoba bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya di bak mandi sendiri karena bullying yang dialaminya di sekolah.

Saat remaja, Nick yang sudah mengenal cinta mulai menyukai seorang gadis. Kala itu, ia menyukai seseorang dan memendam perasaannya selama empat setengah tahun sebelum ia menyatakannya. Nick dan si gadis menjalani hubungan selama 18 bulan lalu berakhir begitu saja. “Rasanya seperti aku sudah mati,” ujar Nick.

Bangkit dan Menginspirasi

Untungnya, Nick punya orangtua yang suportif. Saat usia 17 tahun, ibu Nick menunjukkan sebuah artikel tentang seorang laki-laki cacat yang berhasil mengatasi kekurangannya. Nick kemudian terinspirasi untuk jadi motivator dan memulainya dengan berbicara di kelompok gereja. Ia menjadi orator profesional pada usia 19 tahun dan kariernya terus menanjak naik.

Pada 2005, Nick Vujicic membuat Life Without Limbs yang merupakan sebuah organisasi nonprofit internasional tentang pelayanan penginjilan. Tujuan organisasi tersebut adalah untuk berbagi harapan dan cinta sejati yang sudah Nick alami kepada orang-orang di seluruh dunia. Tercatat sudah 69 negara Nick kunjungi dalam usahanya mencapai tujuan bersama Life Without Limbs.

Hingga kini, Nick telah menerbitkan kurang lebih delapan buku. Buku pertamanya Life Without Limits (2007) sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa salah satunya adalah bahasa Indonesia. Buku-buku Nick lainnya juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Stand Strong (2010), Unstoppable (2012), Limitless (2013), Be the Hand and Feet (2018).

Urbanreaders, apabila saat ini kamu mengalami depresi atau keinginan bunuh diri, jangan putus asa. Depresi dan gangguan kejiwaan dapat pulih dengan bantuan profesional kesehatan mental. Jangan ragu untuk menghubungi layanan profesional demi kesehatan mental yang lebih baik.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait