beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Pelukis Difabel India Jual 40 Karya Selama Pandemi COVID-19

Shelly Lisdya,
22 Juni 2022 18.01.29 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pelukis Difabel India Jual 40 Karya Selama Pandemi COVID-19
Image: Pelukis asal India, Divya Prajapati. (Twitter/divya_art1294)

Jakarta - Memiliki keterbatasan tak membuat wanita asal Kota Surat, India, yang bernama Divya Prajapati ini patah semangat.

Di balik kekurangannya, Prajapati memiliki mimpi tinggi, ia pun lantas membuat sketsa jalan menuju ketinggian yang hanya bisa diharapkan oleh sedikit orang untuk dicapai. 

Divya Prajapati (27), merupakan seorang seniman difabel yang hanya memiliki tinggi 3 kaki. Ia menjual 40 karyanya ketika dunia di sekitarnya sedang berjuang melawan pandemi.

“Tidak ada yang tidak mungkin jika seseorang berusaha,” kata Prajapati dikutip dari Times Of India, Selasa (21/6/2022).

Prajapati menderita retardasi pertumbuhan 75 persen sejak kecil dan menggunakan meja beroda untuk membantunya berjalan di sekitar rumah. Dia jarang keluar rumah. 

Ia terpaksa tidak bisa melanjutkan studi lebih lanjut setelah kelas XII karena penghasilan yang terbatas oleh ayahnya yang berprofesi sebagai penjahit. Namun Prajapati terus mengasah kegemarannya dalam menggambar dan melukis. 

1655809203-20220621-164247.jpgSumber: Salah satu hasil karya Prajapati. (Twitter/divya_art1294)

“Tiga tahun lalu, saya memutuskan untuk menjadi seniman profesional. Saya memposting karya saya di media sosial dan orang-orang mulai mengapresiasinya,” kata Prajapati. 

Dia mengatakan, dirinya mengambil kursus online selama lockdown pandemi COVID-19 untuk meningkatkan keterampilannya dan secara bertahap mempertajam keahliannya dalam potret arang dan grafit.

“Awalnya saya menerima pesanan dari kota dan kemudian saya menerima pesanan secara online dari orang luar kota termasuk Ahmedabad dan Haryana juga. Saya memulainya dari hobi tapi sekarang menjadi populer,” kata Prajapati.

Ibu Prajapati adalah seorang ibu rumah tangga sementara saudara laki-lakinya yang insinyur sipil adalah wiraswasta. 

Ayahnya, Amrat Prajapati mengatakan, bahwa keluarga tidak pernah menyarankan Prajapati untuk bekerja atau berpenghasilan, tetapi karena ingin mandiri dia memulai karya seni profesional. 

“Kami sangat bangga dengan putri kami karena dia telah mengembangkan hobinya hingga tingkat profesional berkat kekuatan mentalnya sendiri,” kata Amrat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait