menu
user
URnews

Beredar Video Cabai Rawit Dicat oleh Oknum Pedagang

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Beredar Video Cabai Rawit Dicat oleh Oknum Pedagang
Image: Ilustrasi cabai rawit. (Pixabay)

Jakarta - Harga cabai rawit di pasar tradisional hinggi kini masih melejit, bahkan harga perkilo bisa mencapai Rp 130 ribu. Tak ayal, akhirnya banyak pedagang yang nakal demi meraup keuntungan.

Seperti misalnya yang terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur. Hal ini terlihat dari postingan pengguna Facebook Agung Emfet Putra Blambangan.

Warga Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi ini membagikan video yang menampakkan cabai rawit dicat oleh oknum pedagang.

Dalam video tersebut, terlihat cabai rawit dimasak dalam wajan, namun kemudian mengeluarkan cairan berwarna oren kemerahan. 

"Tak gentine kata2 q ben gak salah.... Ati2 geh seng seneng lombok (Aku ganti kata-katanya biar gak salah jalan.... Hati-hati yang suka cabe -red)," tulis Agung dalam keterangan video tersebut, seperti dikutip Urbanasia, Senin (22/3/2021).

“Ati-ati konco kabeh, dulur-dulur kabeh lek tuku lombok lek ngumbah seng tenanan. Deloken iki lho cat oranye warna lombok iki lho, iso digawe koyok ngene. (Hati-hati teman-teman semua, saudara-saudara semua yang beli cabai kalau nyuci yang beneran (bersih). Lihatlah ini cat orange warna cabai ini lho. Bisa dibuat seperti ini -red),” tambahnya.

1616386851-Screenshot-20210322-103947-Lite.jpgSumber: Cabai rawit yang dicat oleh oknum pedagang. Sumber: Facebook/ Agung Emfet Putra Blambangan.

Kejadian tersebut bermula, neneknya, Suryati membeli cabai rawit pada pedagang sayur keliling langganannya. Suryati kemudian memilih cabai dengan warna cerah. Bukannya mendapatkan cabai yang asli, ia malah mendapatkan cabai bercat.

“Sak larang-larange lombok, mbok lak dodol ya seng lumrah. Iki niat arep mateni wong iki. (Seberapa mahal harga cabai, ya kalau jualan itu yang lazim. Ini mau niat bunuh orang ini, -red),” tambahnya pada postingan lain.

“Sekali lagi untuk semua temen fb saya atau yang membagikan vidio saya. Saya gk ingin viral, tujuan saya cuma memberi tau temen2 di fb saya biar hati2 kalau beli cabe soal nya keluarga saya sendiri korbanya dan kalau saya hoax barang bukti ada dan gak rekayasa,” tutupnya.

Agung mem-posting empat video yang memperlihatkan cabai rawit dicat oleh oknum pedagang. Hanya saja, belum dapat dipastikan kebenaran berita tersebut, pasalnya Polres Banyuwangi tengah mendalami kasus ini. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait