menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URoto

Bikers! Ini 3 Tips Aman Bepergian Jauh Naik Sepeda Motor

Anisa Kurniasih,
5 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bikers! Ini 3 Tips Aman Bepergian Jauh Naik Sepeda Motor
Image: Ilustrasi berkendara (Pixabay)

Jakarta – Bepergian jarak jauh dengan sepeda motor kesayangan menjadi kebahagiaan sendiri untuk para bikers.

Nah, bicara soal bepergian jauh apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, tentunya harus memperhatikan sejumlah hal agar perjalanan menjadi nyaman dan aman sampai tujuan hingga kembali lagi ke rumah ya guys.

Menurut Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky, berkendara jarak jauh membutuhkan persiapan khusus. Hal yang harus dicek pertama kali adalah kesiapan unit motor seperti pemeriksaan mesin, kelistrikan dan juga fitur-fitur keselamatan seperti sistem pengereman. 

Selain itu, para bikers juga perlu mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat maupun selama perjalanan, serta mengecek kondisi kesehatan sesuai anjuran Pemerintah termasuk dengan melakukan tes rapid antigen.

“Di tengah pandemi saat ini, para bikers wajib memperhatikan kebijakan Pemerintah setempat sebelum melakukan perjalanan jauh. Ketenangan pikiran dan emosi yang stabil juga menjadi hal penting karena perjalanan jauh menguras energi yang mudah memancing emosi saat bertemu pengendara lainnya,” ujar Lucky dalam keterangan resminya, dikutip dari situs Astra Honda, Rabu (30/12/2020).

Biar tetap aman, berikut beberapa hal lainnya yang perlu diketahui dan disiapkan oleh para bikers yang ingin berkendara jarak jauh, guys.

 1. Jaga Kesehatan

1609330324-naik-motor.jpgSumber: Ilustrasi berkendara (Pixabay)

Saat berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor di masa pandemi, menjaga kesehatan sangatlah penting. Bikers harus selalu menjalankan protokol kesehatan baik sebelum berkendara, saat beristirahat maupun sampai tujuan.

Para bikers wajib menggunakan riding gear yang tepat untuk dapat menutupi seluruh bagian tubuh seperti menggunakan masker yang ditambahkan buff untuk berkendara sehingga mengurangi resiko terpapar virus. 

Dalam berkendara jarak jauh, para bikers juga sangat dianjurkan untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh dengan memperbanyak minum saat beristirahat.

“Cukupkan waktu istirahat dengan melakukan istirahat setiap dua jam dengan waktu istirahat setidaknya 30 menit. Saat beristirahat tetap menggunakan masker, serta pilihlah tempat yang sepi namun tetap aman dari kejahatan agar terhindar berkerumun dengan pengendara lainnya yang beristirahat” sambung Lucky.

 2. Buat Rencana Perjalanan

1609330361-naik-motor-2.jpgSumber: Ilustrasi berkendara (Pixabay)

Sebelum memulai perjalanan, para bikers perlu mengetahui kondisi jalur yang akan dilalui dengan melihat aplikasi peta digital ataupun referensi bacaan yang dapat menambah informasi. 

Perencanaan ini menentukan jalur yang akan dilewati, lokasi istirahat dan makan, maupun tempat pembelian bahan bakar.

“Para bikers juga perlu melihat kondisi cuaca di area yang akan dilewati, sehingga dapat memberikan gambaran kondisi selama perjalanan serta perlengkapan apa saja yang perlu dibawa saat berkendara. Hindari berkendara melintasi wilayah yang merupakan pusat pandemi atau teridentifikasi sebagai zona merah, carilah jalur alternatif lain,” ujar Lucky.

Dalam berkendara jarak jauh dianjurkan untuk tidak membawa barang yang berlebihan sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan saat berkendara. 

Hal ini dituangkan dalam peraturan pemerintah no 74 Tahun 2014 mengenai barang bawaan atau tepatnya merujuk ke pasal 10 ayat 4 dan pasal 11.

Pada peraturan Pemerintah tersebut, tercantum informasi lebar barang bawaan yang tidak melebihi setang kemudi. 

Barang muatan juga perlu ditempatkan di belakang pengendara dan tinggi barang bawaan tidak melebihi 900 milimeter atau kurang dari satu meter dari atas tempat duduk pengemudi.

3. Berboncengan

1608106304-pengendara-motor-pixabay.jpgSumber: Ilustrasi pengendara sepeda motor. (Pixabay/Milan Permadi)

Berkendara jarak jauh membutuhkan konsentrasi tinggi karena menguras energi dan memiliki tantangan situasi jalan yang beragam. 

Jika melakukan perjalanan jauh dengan berboncengan, hindari percakapan ringan ataupun bersenda gurau saat berkendara karena dapat menurunkan konsentrasi pengendara ya, Urbanreaders.

Jika menjadi pembonceng, usahakan jangan sampai tertidur. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan dalam berkendara dikarenakan tubuh yang tidak dapat dikendalikan. 

Saat berboncengan, alangkah baiknya pembonceng dapat memeluk pengendara atau dapat memegang jaket pengendara untuk menambah keseimbangan saat berkendara. Selain itu, pembonceng perlu mengikuti arah pergerakan pengemudi di depannya.

“Berkendara jarak jauh memang menyenangkan dengan ditemani teman ataupun kerabat, namun para bikers juga perlu memperhatikan beberapa hal. Yang utama adalah pembonceng harus menjadi partner berkendara yang aman dan memberikan kenyamanan bagi pengemudi. Jangan lupa, pembonceng juga tetap harus menggunakan riding gear yang lengkap,”  tutup Lucky.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait