Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Dokter Tirta Respons soal Kebijakan PPKM Darurat, Bakal Sukses?

Shelly Lisdya,
7 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dokter Tirta Respons soal Kebijakan PPKM Darurat, Bakal Sukses?
Image: Inluencer dr. Tirta. (Instagram @dr.tirta)

Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa-Bali mulai diberlakukan hari ini, Sabtu 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Hanya saja, kebijakan ini menjadi sorotan publik. Seperti misalnya dokter dan relawan COVID-19, dr Tirta. Ia menyebut kebijakan PPKM darurat ini tidak akan sukses.

"Turun sih turun (kasus corona), tapi sukses ya nggak," tegasnya dalam acara bincang virtual bertema 'Bicara Darurat COVID with Pandemic Talks & dr Tirta' di Clubhouse, Jumat (2/7) malam.

Tak hanya itu, dr Tirta menyebut bahwa PPKM Darurat akan menjadi percuma jika hanya diucapkan saja. Bahkan, ia juga memberikan pesan kepada para pejabat agar bersungguh-sungguh mengatasi pandemi COVID-19 yang terus melonjak.

"Negara ini tuh kebanyakan glorifikasi dan narasi padahal tracingnya nggak bagus. Takutnya ini omongan pemerintah saja, bisa kita tagih janjinya. Warga negara Indonesia harus ikhlas deh kita tinggal di War Zone," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Firdza Radiany yang menyebut bahwa pemerintah sangat lamban dalam penyelesaian kasus COVID-19.

Penulis ini menyatakan bahwa kebijakan ini seharusnya langkah yang tepat hanya saja waktunya terlambat. Seharusnya, Firdza mengatakan PPKM darurat dilakukan pada tahun lalu, di mana virus corona pertama masuk ke Indonesia dan bisa mencegah lajunya penyebaran, sehingga lockdown atau penutupan tidak dilakukan sekarang dan masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan normal.

"Seharusnya tahun lalu, pemerintah harus sigap bahwa kebijakan satu topik itu nggak cukup. Atau paling tidak sebelum Lebaran kemarin, kan sudah banyak yang ngewanti-wanti," jelas Firdza.

PPKM darurat dinilai bisa sukses sampai 20 Juli 2021 mendatang dan menurunkan angka kasus COVID-19, namun pasca kebijakan tersebut selesai bisa saja kasus varian atau klaster baru akan kembali terjadi.

"Bisa saja ini sukses, tapi ya balik lagi setelah itu rusuh lagi," ungkapnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait